Cek Fakta: RI Dikabarkan Dijadikan Kelinci Percobaan untuk Pengujian Vaksin Covid-19 dari Tiongkok

- 26 Juli 2020, 20:44 WIB
Sampel vaksin sedang dikerjakan oleh perusahaan Sinovac, Tiongkok. /Sky News

PR DEPOK - Telah beredar kabar di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa uji coba vaksin virus corona atau Covid-19 dari Tiongkok hanya dilakukan di Indonesia.

Kabar tersebut dibagikan oleh akun Facebook Ahmad Ghozali pada Selasa 21 Juli 2020, dengan mengklaim bahwa Indonesia hanya dijadikan kelinci percobaan vaksin virus corona oleh Tiongkok.

Bersamaan dengan klaim yang dibagikan, akun Facebook Ahmad Ghozali menuliskan narasi sebagai berikut:

Baca Juga: Depok Izinkan Acara Khitanan dan Pernikahan, Mohammad Idris: Tidak Ikuti Aturan Kami Tertibkan

"Dalam Sejarah Pemimpin Dunia, Hanya Di Rezim Saat Ini Yang Bahagia Melihat Rakyatnya Akan Di Jadikan Kelinci Pecobaan Vaksin Corona Dari China. Sedangkan China Sendiri Tak menguji Coba Pada Rakyatnya Sendiri," demikian bunyi narasi tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di dalam situsnya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-depok.com Minggu, 26 Juli 2020 menyatakan bahwa klaim akun Facebook Ahmad Ghozali adalah tidak benar adanya alias hoaks.

Penjelasan terkait percobaan vaksin virus corona di Indonesia telah dijelaskan dalam artikel Antara dengan judul 'Ahli: Uji Klinis Tahap Tiga Tentukan Efektivitas Vaksin di Indonesia' yang dimuat pada Kamis, 23 Juli 2020.

Baca Juga: Kasus Yodi Prabowo, Polisi: Masih Tunggu Temuan Baru yang Dapat Memperjelas Penyebab Kematiannya

Dalam artikel itu, Ahli Ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Tri Wibawa menyebutkan uji klinis tahap tiga untuk vaksin kerja sama antara Bio Farma dan Sinovac Biotech, Tiongkok, akan menentukan efektivitas di Indonesia.

"Dari uji klinis fase tiga ini nantinya bisa dilihat apakah cukup aman dan bisa membangun antibodi untuk bisa melindungi orang Indonesia atau tidak," katanya.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Kominfo


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X