Jerinx Anggap Covid-19 Konspirasi Elite Global hingga Tolak Rapid dan Test Swab, Ini Kata Pakar Jiwa

- 1 Agustus 2020, 16:02 WIB
Drummer Superman Is Dead, Jerinx. /Instagram @jrxsid

PR DEPOK - Drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina atau yang dikenal dengan Jerinx tak henti-hentinya menjadi perbincangan publik lantaran ia mengumpulkan massa untuk menolak tes swab hingga rapid test di Bali.

Jerinx bahkan menolak adanya rapid test atau swab. Jerinx bersama sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) menggelar penolakan itu pada Minggu, 26 Juli 2020 lalu

Sejak awal pancemi COVID-19, ia juga berulang kali menyampaikan pendapatnya bahwa virus Corona ini hanya sebuah konspirasi elite global.

Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Covid-19, ACT Sulteng Bagikan Daging 234 Hewan Kurban 

Menanggapi perilaku Jerinx, Pakar Keperawatan Jiwa Universitas Indonesia Prof. Achir Yani S. Hamid, MN, DNSc mengatakan, dilihat dari psikodinamika menghadapi COVID-19, memang sangat beragam. Dinamika tergantung anggapan COVID-19 sebagai ancaman atau bukan.

loading...

"Sulit untuk memastikannya dengan hanya membaca berita yang belum tentu juga original kerena sudah dipersepsikan oleh penulis," kata ibu yang akrab disapa Prof Yani ini seperti dilansir Pikiranrakyat-Depok.com dari RRI, Sabtu, 1 Agustus 2020.

"Saya hanya meninjau dari psikodinamika perilaku. Jika COVID-19 dianggap sebagai stressor, maka tiap manusia mungkin merespons stressor (COVID-19) secara unik atau berbeda tergantung apakah mengganggap COVID-19 sebagai ancaman atau bukan," kata Prof Yani.

Prof Yani mengatakan, persepsi terhadap stressor ini juga dipengaruhi oleh pengalaman terdahulu menghadapi berbagai stressor dan situasi krisis. Semakin merasa terancam seseorang, maka semakin dia akan berhati-hati dan berupaya keras untuk melindungi dirinya.

Baca Juga: Peretas Twitter Tokoh Dunia Bermodus Bitcoin Akhirnya Ditangkap 

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X