Ditengah Wabah Virus Corona, Malaysia Pertahankan Target Pariwisata yang Bertaruh pada Turis Lokal dan Non Tiongkok

- 19 Februari 2020, 17:07 WIB
FOTO udara Penang, Malaysia, 20 September 2019 lalu. Sidang Jurnalis Asia-Tenggara tentang Polusi Plastik berlangsung di Penang, Malaysia, pada petengahan Oktober 2019. Pertemuan atas undangan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) dan Aliansi Global untuk Pengganti Insinerator (GAIA) tersebut merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Kota Nol Sampah ke-2.*/REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Malaysia menargetkan untuk bisa memenuhi rekor 30 juta turis tahun ini dan berharap pada turis lokal dan non Tiongkok.

Epidemi wabah virus corona tersebut datang pada saat yang tidak tepat, Malaysia yang saat ini sedang mendorong program "Visit Malaysia 2020" dalam rangka meningkatkan ekonominya yang tengah digarap.

Dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Reuters Rabu, 19 Februari 2020 Malaysia yang masuk dalam jajaran terbesar ketiga di Asia Tenggara. Mencatat bahwa pariwisata di sana menyumbang 11,8 persen dari produk domestik bruto Malaysia, dengan 28 juta kedatangan tahun lalu.

Baca Juga: Usai Kim Jong-Un Tembak Mati Pasien yang Kabur dari Karantina, WHO Klaim Tidak Ada Indikasi Kasus Virus Corona di Korea Utara

Nahas, angka tersebut muncul dari wisatawan asal Tiongkok yang menyumbang hingga 11 persen.

Sementara jumlah kedatangan wisatawan untuk Januari belum tersedia, Malaysia telah memberlakukan larangan sementara pada pengunjung dari provinsi Wuhan yang telah diisolasi oleh Tiongkok.

Hal ini dilakukan untuk membendung penyebaran virus corona. Dilaporkan bahwa tedapat 22 kasus yang dikonfirmasi terjadi di Malaysia.

Baca Juga: Kisah Haru Pelajar SMK di Depok Jualan Tisu demi Bisa Pulang ke Rumah

"Jika kita mendorong lebih banyak upaya untuk mendorong pariwisata bagi warga lokal di pantai kita, kami berharap hal ini bisa merangsang ekonomi di Malaysia, meskipun ada penurunan pada wisatawan asing," kata Musa Yusof, Direktur Jenderal Badan Pemerintah Tourism Malaysia.

Dia juga mengatakan bahwa agnesi tersebut memiliki strategi "Quick Win" untuk meningkatkan promosi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X