Ilmuan AS Ungkap Peta Molekuler Tiga Dimensi Virus Corona

- 22 Februari 2020, 19:49 WIB
ILUSTRASI uji laboratorium sampel terduga virus corona.* AFP

PIKIRAN RAKYAT - Ilmuan Amerika Serikat telah menerbitkan dalam jurnal Science peta tiga molekur pertama dari bagian virus corona. Hal ini bisa menjadi satu langkah untuk pengembangan perawatan dan menentukan vaksin yang tepat untuk melawan virus itu.

Virus corona masih menjadi ancaman seluruh dunia. Epidemi yang bisa menular pada manusia ini terus dilawan dengan mencari bagaimana dan dengan apa virus itu bisa dimusnahkan.

Dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Aljazeera melaporkan bahwa tim peneliti dari University of Texas di Austin dan National Institutes of Health berhasil memetakan molekul virus tersebut dengan tampilan 3D.

Baca Juga: Kerusuhan di Solo Memanas Usai Rumah Waqaf Alquran di Solo Disita Polisi, Cek Faktanya

Hasil ini berkat penggunaan teknik Deep Electron Microscopy untuk memodelkan sebagian virus yang menempel pada sel manusia.

Ilmuan Jason McClellan, yang memimpin penelitian ini, menjelaskan kepada Agence France-Presse bagaimana dia mendapatkan hasil tersebut.

loading...

Peta molekul virus corona berhasil ditemukan oleh Jason McClellan dari University of Texas di Austin
Peta molekul virus corona berhasil ditemukan oleh Jason McClellan dari University of Texas di Austin Al Jazeera
Peta molekul virus corona berhasil ditemukan oleh Jason McClellan dari University of Texas di Austin
Peta molekul virus corona berhasil ditemukan oleh Jason McClellan dari University of Texas di Austin Al Jazeera

McClellan telah melakukan penelitian dengan timnya selama bertahun-tahun mengenai virus lain dari jenis yang sama, terutama sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom pernapasan di Timur Tengah.

Baca Juga: Frustrasi karena Belum Ada Vaksin Virus Corona, Tiongkok Gunakan Cairan Desinfektan untuk Membunuhnya, Simak Faktanya

Para peneliti mampu menghasilkan virus dengan versi yang stabil di laboratorium. Struktur molekul yang mereka capai telah tersedia bagi para peneliti dari seluruh dunia.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Al Jazeera

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X