Amerika Serikat Tuding Rusia Berada di Balik Kampanye Disinformasi Virus Corona

- 23 Februari 2020, 17:49 WIB
AMERIKA Serikat ikut mengomentari tertangkapnya Duta Besar Inggris oleh Otoritas Iran.* pixabay

Virus corona telah menewaskan lebih dari 2.340 orang, sebagian besar di Tiongkok dan menginfeksi lebih dari 76.000. Amerika Serikat menguji lebih dari 400 orang dan menemukan 14 kausu yang dikonfirmasi, sebagian ditemukan dari turis.

Baca Juga: Korea Selatan Konfirmasi 123 Kasus Baru dan Dua Kematian Akibat Virus Corona

Para ahli mengatakan kampanye disinformasi virus corona memiliki kesamaan dengan teori konspirasi sebelumnya yang dilacak ke Moskow.

Termasuk kampanye disinformasi KGB pada 1980-an yang mampu meyakinkan banyak orang di seluruh dunia bahwa ilmuwan Amerika Serikat menciptakan virus HIV yang menyebabkan AIDS.

Ribuan akun media sosial yang sebelumnya diidentifikasi dibuat untuk menyiarkan pesan yang didukung Rusia pada peristiwa besar seperti perang di Suriah, protes Yellow Vest di Prancis, dan demonstrasi massa Chili.

Baca Juga: Beredar Kabar Akan Terjadi Gempa yang Menghancurkan Kota Surabaya, Ini Faktanya

Kali ini menunggah pesan "hampir identik" tentang virus corona, menurut laporan yang disiapkan untuk Global Engagement Center, departemen luar negeri dan dilihat oleh AFP.

Akun tersebut dikendalikan oleh manusia, bukan bot, dan dikirimkan pada waktu yang sama dalam bahasa Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis.

Setelah diidentifikasi mereka semua dihubungkan kembali ke proksi Rusia atau membawa pesan yang mirip dengan outlet yang didukung Rusia seperti RT dan Sputnik, kata laporan itu.

Baca Juga: Virus Corona Bermutasi dan Semakin Membahayakan, Masa Karantina WNI di Kapal Diamond Princess Diperpanjang

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X