Gajah Hamil Terbunuh oleh Petasan yang Disembunyikan dalam Nanas

- 4 Juni 2020, 08:00 WIB
GAJAH Hamil di India yang meninggal karena diberi makan nanas berisi petasan.* Mohan Krishnan/FACEBOOK

PR DEPOK - Seekor gajah liar yang sedang hamil terbunuh di India selatan ketika ia diduga memakan nanas yang telah disusupi petasan.

Dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari The Independent Kamis, 4 Juni 2020 hewan berusia 15 tahun itu berdiri di sungai selama berjam-jam setelah sebuah ledakan petasan tampaknya membuat dia harus meredakannnya dengan air. Mulut dan lidah gajah itu terlihat terluka parah.

Konservasionis India dan pencinta hewan di seluruh dunia dibuat geram dan marah dengan penggunaan bahan peledak. Banyak yang percaya bahwa mamalia itu menjadi sasaran karena menyerang tanaman yang ditanam oleh manusia.

Baca Juga: Terjebak Aksi Demonstrasi di Beberapa Wilayah, Begini Nasib WNI di Amerika Serikat

Namun, yang lain mengatakan petasan hanya alat peledak kecil yang dirancang untuk memberikan efek gaduh itu digunakan oleh penduduk setempat di negara bagian Kerela, India barat daya, untuk melindungi ladang mereka dari babi hutan dan gajah.

Kerela sudah menjadi perhatian bagi para pencinta satwa liar, karena gajah yang terperangkap di sana sering dipukuli, dirantai, dicambuk, dipukul dengan kawat tajam, dan tidak diberi makanan atau air.

Gajah nahas itu diduga muncul dari hutan Lembah Silent Kerala untuk mencari makanan dan hanya menemukan nanas. Kini, gajah itu tidak dapat memakan apapun karena lukannya cukup parah.

Baca Juga: Penuhi Protokol Kesehatan hingga 90 Persen, 23 Mal di Bandung Siap Dibuka

Pejabat Departemen Kehutanan Kerala mengatakan mereka berusaha mengidentifikasi orang yang bertanggung jawab.

"Tidak ada bukti konklusif bahwa cedera pada rahang bawah disebabkan oleh nanas yang diisi dengan petasan. Namun, ini hanya dugaan. Kami akan melakukan hukuman bagi pelaku yang masih dalam penyelidikan identitasnya," ujar pejabat itu di Twitter.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: The Independent


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X