Gegara Aksi Pembakaran Al Quran, Erdogan Beri Ultimatum Swedia: Jangan Harap Dukungan Kami

- 24 Januari 2023, 19:15 WIB
Presiden Turki, Tayyip Erdogan, buka suara soal keanggotaan Swedia di NATO, setelah adanya aksi pembakaran Al-Quran.
Presiden Turki, Tayyip Erdogan, buka suara soal keanggotaan Swedia di NATO, setelah adanya aksi pembakaran Al-Quran. /REUTERS/Eduardo Munoz

PR DEPOK - Terkait Swedia sebelumnya salah satu politisi telah membakar laman Alquran di depan kedutaan Besar Turki, hal itu mendapat kecaman dari berbagai dunia.

Masyarakat pada Sabtu, 21 Januari telah melakukan protesnya di Stockholm atas pembakaran Al Quran oleh salah satu politisi asal Swedia.

Dengan terjadinya protes itu Erdogan mengatakan pada Swedia, untuk tidak mengharapkan dukungan Turki untuk menjadi anggota NATO.

Protes di Stockholm membuat ketegangan semakin meningkat, atas tawaran Swedia untuk bergabung dengan NATO dan meminta dukungan aliansi militer.

Baca Juga: Pembakaran Al-Quran di Swedia Sebabkan Ketegangan dengan Turki Meningkat

“Mereka yang mengizinkan penistaan agama seperti itu di depan kedutaan kami, tidak dapat lagi mengharapkan dukungan kami untuk menjadi anggota NATO,” kata Erdogan dalam pidatonya saat rapat Kabinet.

“Jika anda sangat mencintai anggota organisasi teroris dan musuh Islam untuk melindungi mereka, kami menyarankan anda agar meminta dukungan mereka demi keamanan negara anda,” ujarnya menambahkan.

Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstro menolak untuk segera mengomentari pernyataan tersebut.

“Swedia sangat menghormati kesepakatan yang ada antara Swedia, Finlandia dan Turki tentang keanggotaan NATO,” katanya lagi.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah