Prihatin Daging Babi Terlanjur Dikonsumsi Selama 1 Tahun, NU Pertanyakan Kinerja Pemkab Bandung

- 22 Mei 2020, 13:00 WIB
ILUSTRASI daging babi.*

PIKIRAN RAKYAT – Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Asep Jamaluddin mengungkapkan keprihatinannya setelah mendengar informasi mengenai temuan daging babi sebanyak 63 kg beredar di Kabupaten Bandung selama setahun terakhir.

“Pemerintah Kabupaten Bandung sudah kecolongan. Daging babi sebanyak 63 ton sudah dimakan oleh masyarakat Kabupaten Bandung yang umumnya muslim,” ujar Asep sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Galamedia.

Asep mengaku sedih terlebih warga Kabupaten Bandung yang menjadi konsumen tidak mengetahui daging yang mereka konsumsi itu merupakan daging babi yang bahkan sudah dicampur boraks untuk memperbaiki penampilannya agar menjadi lebih menarik.

Baca Juga: Menyamar sebagai Pengantar Makanan Cepat Saji, Modus Baru Pengedar Narkoba di Tengah PSBB

Sementara bagi umat muslim, daging babi termasuk dalam kelompok makanan yang diharamkan dan tidak boleh dikonsumsi kecuali dalam kondisi yang sangat darurat.

“Kami berharap ada upaya dari pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat khususnya umat muslim untuk menghindari dan tidak mengonsumsi daging babi,” kata Asep.

PCNU Kabupaten Bandung juga turut mempertanyakan kinerja Pemerintah Kabupaten Bandung terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta kedinasan yang khusus membidangi sektor peternakan dalam mengayomi warga Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Asteroid 1997 BQ Telah Melintas Dekat Bumi, LAPAN Nilai Potensinya Berbahaya

“Sebanyak 63 ton daging babi bukan jumlah yang sedikit yang sudah dimakan oleh masyarakat terutama umat islam. Itu makanan haram yang sudah dimakan oleh masyarakat,” tutur Asep.

Di sisi lain, salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dadang Supriatna menyebut fenomena beredarnya daging babi sebanyak 63 ton tersebut sebagai bentuk kelalaian pemerintah dalam melakukan pengawasan makanan khususnya terhadap daging babi yang dijual di pasar tradisional.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Galamedia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X