Bandung Jadi Wilayah dengan Kekerasan Seksual Tertinggi di 2020, Faktor Ekonomi Diduga Jadi Penyebab

- 22 Juli 2020, 21:20 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak-anak.*
Ilustrasi kekerasan terhadap anak-anak.* /DOK. PRFMNEWS//Dok PRFM.

PR DEPOK - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung menyebutkan ada sebanyak 70 kasus kekerasan dialami anak di bawah umur di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kasus di antaranya tentang kekerasan seksual termasuk prostitusi online.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Aniek Febriani berdasarkan data sejak Januari 2020 hingga Juli 2020.

Dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari RRI, Selasa 21 Juli 2020, Aniek Febriani mengungkapkan bahwa media prostitusi online kebanyakan melalui media sosial seperti MiChat, Facebook, Instagram, dan media sosial lainnya.

Baca Juga: Pemkot Depok Izinkan Wilayah Tertentu Laksanakan Salat Iduladha 1441 H di Masjid dan Lapangan 

"Bisa jadi karena penggunaan ponsel yang terlalu bebas, ditambah pada masa pandemi ini mereka berada di rumah dan mengalihkannya dengan bermain ponsel," ucap Aniek Febriani.

Selain faktor ponsel, Aniek Febriani pun mengakui faktor ekonomi menjadi penyebab utama maraknya kasus prostitusi online.

Hal tersebut, dimungkinkan tak sedikit dari mereka yang terjerumus dalam prostitusi online kurang dipenuhi dari sisi materi oleh pihak keluarga.

"Banyak anak-anak yang memiliki takaran pemenuhan sendiri, misalnya, ingin punya ponsel yang bagus atau pakaian bermerek. Hingga akhirnya terjerumus mencari uang dengan cara seperti itu," ujar Aniek Febriani dalam keterangannya.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah