Ajak Semua Pihak Ambil Hikmahnya, Ridwan Kamil Tegaskan untuk Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

- 21 November 2020, 08:41 WIB
Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil (tengah) tiba di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/11/2020).
Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil (tengah) tiba di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/11/2020). /Sigid Kurniawan/Antara
 
PR DEPOK - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa masyarakat tetap boleh berkegiatan dan produktif selama masa pandemi Covid-19, asalkan menaati Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
 
"Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk berkegiatan, asal AKB. Maulidan boleh asal AKB, maksimal 50 orang, sisanya secara virtual. Pernikahan boleh tapi maksimal 30 orang, lainnya memberi selamat via ponsel," kata Ridwan Kamil seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Antara Sabtu, 21 November 2020.
 
Ridwan Kamil mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari kasus pelanggaran protokol kesehatan seperti kerumunan di Megamendung, Jawa Barat.
 
 
Dirinya mengatakan, dengan kejadian ini agar kedepannya semua pihak bisa kompak dalam menaati protokol kesehatan demi memutus penularan Covid-19.
 
"Jangan seperti yang terjadi sekarang (kasus Megamendung). Beribu-ribu orang berkerumun, akibatnya lima orang kena Covid-19, dua Kapolda digeser (mutasi jabatan) akibat tindakan-tindakan tidak taat (protokol kesehatan)," ujarnya.
 
Gubernur Jawa Barat itu meminta semua pihak untuk berempati kepada para aparat kepolisian, dokter dan tenaga kesehatan atas upaya mereka memutus penularan Covid-19 selama hampir sembilan bulan ini.
 
 
"Kasihanilah, empatilah kepada polisi dan keluarganya, dokter, tenaga kesehatan. Sudah lebih dari 120 dokter meninggal dunia (karena Covid-19). Jangan kita keukeuh menganggap kegiatan harus seperti dulu (sebelum pandemi)," tuturnya.
 
Selain itu, Ridwan Kamil juga meminta maaf atas adanya kerumunan massa tersebut.
 
"Semua dinamika yang ada di Jawa Barat, secara moril adalah tanggung jawab saya sebagai gubernur. Jika ada peristiwa-peristiwa di Jawa Barat yang kurang berkenan, masih belum maksimal, tentunya saya minta maaf atas kekurangan dan tentunya akan terus kami sempurnakan," jelasnya.
 
 
Diketahui, Jumat kemarin, Ridwan Kamil dimintai keterangan di Bareskrim Polri selama tujuh jam seputar tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jabar serta Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat.
 
Keterangan tersebut diminta atas terjadinya kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa jumlah besar pada acara tabligh akbar Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Megamendung.
 
Imbas dari kerumunan tabligh akbar di Megamendung itu menyebabkan Irjen Pol Rudy Sufahriadi dimutasi dari jabatannya sebagai Kapolda Jabar karena dianggap tidak mampu menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di wilayah hukumnya.
 
 
Irjen Pol Rudy dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Sementara kursi Kapolda Jabar kini digantikan oleh Irjen Pol Ahmad Dofiri.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X