Pilkada Depok 2020: Gagal Lolos Jalur Independen, Yurgen-Zaki Siap Dipinang Partai Politik

- 20 Februari 2020, 13:50 WIB
Bakal calon independen wali kota dan wakil wali kota Depok, Yurgen Sutarno, dan Reza Zaki memutuskan menghentikan pencalonannya karena tak mampu mengumpulkan dukungan yang telah ditetapkan KPU Twitter @yurgensutarno

PIKIRAN RAKYAT - Perjuangan Yurgen Sutarno dan Reza Zaki sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2021-2026 dari jalur independen kandas.

Mereka secara resmi menghentikan pencalonannya, lantaran tak mampu penuhi syarat pengumpulan dukungan 6,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) atau sebesar 85, 107 dukungan berupa salinan kartu tanda penduduk (KTP) dan formulir dukungan.

Dalam rilis pers yang diterima oleh pikiranrakyat-depok.com, mereka hanya mampu meraih sekira 69,037 dukungan, yang telah terkumpul sedari Desember 2019 hingga 18 Februari 2020. Sementara, batas waktu pengumpulan dukungan yang dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU) jatuh pada 23 Februari.

Baca Juga: Pilkada Depok 2020, Koalisi Tertata Berada di Antara Dua Pilihan

“Kami realistis saja, namun ini bukan akhir,” kata Reza Zaki kepada Pikiranrakyat-depok.com Kamis, 20 Februari 2020.

Dia menilai dukungan yang hampir menyentuh 70.000 dukungan itu adalah bukti bahwa masih banyak masyarakat Depok yang ingin perubahan dan lepas dari pembangunan yang selama ini di bawah kendali oleh kekuatan politik dan figur itu-itu saja.

“Ini adalah sinyal dari masyarakat yang resah akan kondisi kota. Praktis kami efektif bergerak 1,5 bulan belakangan dengan berbekal 400 relawan yang datang dari ragam komunitas, tapi dengan waktu yang begitu singkat berhasil menghimpun banyak dukungan, berkaca pada cerita calon perseorangan di daerah lain, buat sampai 60.000 dukungan bisa sampai satu tahun,” ucapnya.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Kota Depok Hari Ini, Kamis 20 Februari 2020

Bak gayung bersambut, dia beranggapan dukungan yang telah dipercayakan masyarakat jangan sampai berujung sia-sia. Karena itu, perjuangan bisa dilanjut melalui jalur partai politik.

“Kami membuka diri untuk setiap partai, toh hingga sekarang konstelasi politik belum sampai mengerucutkan calon definitif,” ujarnya.

Berjuang untuk menjadi pemimpin, kata dia, merupakan suatu panggilan yang harus terus dijawab dengan optimisme. “Saya diminta Yurgen untuk jadi wakilnya pada awal Desember, saat itu dia bilang sudah geram dengan kondisi kota dan melihat banyak ketidakpuasan masyarakat akan pembangunan,” katanya.

Baca Juga: Ditengah Wabah Virus Corona, Malaysia Pertahankan Target Pariwisata yang Bertaruh pada Turis Lokal dan Non Tiongkok

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X