Nilai Gempa Majene Aneh dan Kurang Lazim, Daryono BMKG: Fenomena Ini Membuat Kita Menaruh Curiga

- 17 Januari 2021, 08:17 WIB
Gempa Majene: Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat, akibat gempa bumi di Mamuju /ANTARA/

 

PR DEPOK – Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Daryono menilai bahwa miskinnya gempa susulan di Majene merupakan fenomena aneh dan kurang lazim.

Menurutnya gempa kuat di kerak dangkal atau shallow crustal earthquake dengan magnitudo 6,2 semestinya diikuti banyak gempa susulan.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil monitoring BMKG, kata dia, gempa susulan di Majene sampai dengan Sabtu 16 Januari 2021 pagi, baru tercatat terjadi sebanyak 23 kali pascagempa utama pada Jumat dini hari.

Baca Juga: Antam 5 Gram 4,7 Jutaan, Update Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Minggu, 17 Januari 2021

Gempa tadi (Sabtu, red.) pagi adalah gempa ke-32 yg tjd sejak terjadinya Gempa Pembuka dengan magnitudo 5,9 pada Kamis 14 Januari 2021 siang hari pukul 13.35 WIB. Tetapi gempa ini menjadi gempa ke-23 pasca Gempa Utama dgn magnitudo 6,2 pada Jumat 15 Januari 2021 pagi dinihari pukul 01.28 WIB,” ujarnya sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Twitter pribadinya @DaryonoBMKG pada Minggu, 17 Januari 2021.

Daryono mengatakan jika dibandingkan dengan kejadian gempa lainnya dengan kekuatan yang hampir sama.

Maka pada hari kedua biasanya terjadi gempa susulan yang cukup banyak bahkan bisa mencapai 100 kali.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Minggu, 17 Januari 2021: Pisces, Sepertinya Anda Butuh Jalan-jalan

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Twitter


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X