Ajak Berhenti Bicarakan Isu Kudeta Demokrat, Ferdinand Hutahaean: Mari Kawal Konsensus Nasional Soal Pilkada

- 5 Februari 2021, 20:46 WIB
Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. /Instagram @ferdinand_hutahaean

PR DEPOK - Publik baru-baru ini ramai membicarakan soal upaya pengambilalihan secara paksa yang dilakukan segelintir orang pada Partai Demokrat

Informasi itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual pada Senin, 1 Februari 2021 lalu.
 
Dalam pernyataannya, AHY menyebutkan adanya pihak yang merupakan bagian dari lingkaran terdekat presiden terlibat dalam upaya tersebut. 
 
 
Pernyataan itu seketika menuai banyak kritkan serta pendapat dari banyak pihak di media sosial, dari mulai warganet hingga para politisi ikut memberikan pendapat dan kritikan.
 
Mantan politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean juga memberikan beberapa pendapatnya terkait masalah tersebut. 
 
Namun setelah banyak berkomentar, Ferdinand mengajak warganet untuk berhenti membicarakan masalah kudeta itu. 
 
 

"Sudahlah, ayo STOP BAHAS DRAMA KUDETA itu, tak penting..!," ucap Ferdinand seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @FerdinandHaean3 pada Jumat, 5 Februari 2021. 

Dibandingkan harus membicarakan hal itu, ia mengajak warganet untuk mengawal kebijakan terkait Pilkada serentak pada 2024 yang akan datang.
 
"Mari kawal kebijakan konsensus Nasional ttg Pilkada serentak 2024," katanya menambahkan.
 
 
Menurutnya, terdapat upaya dari beberapa pihak yang ingin merevisi Undang-Undang (UU) Pemilu demi kepentingan sejumlah orang dan ia mengajak untuk menolak hal tersebut.
 
"Adanya upaya segelintir pihak utk merevisi UU Pemilu demi kepentingan politik kecil hrs kita tolak," ujar Ferdinand. 
 
Pernyataan itu disampaikan oleh Ferdinand lantaran presiden dan pemerintahannya juga menolak tindakan segelintir orang tersebut.
 
 
"@jokowi dan pemerintahannya MENOLAK REVISI. Ayo dukung," katanya menutup pernyataan.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X