Khawatir UU ITE Jadi Liberal, Henry Subiakto: Dunia Cyber Jadi Terbuka dari Serangan yang Bahayakan NKRI

- 21 Februari 2021, 22:41 WIB
Henry Subiakto.
Henry Subiakto. //Instagram.com/@henri_subiakto

PR DEPOK – Staf Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Henry Subiakto kembali menanggapi rencana revisi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Henry mengatakan, bahwa dirinya terbuka dengan rencana revisi UU yang menuai polemik di tengah masyarakat tersebut.

Namun, dirinya tidak setuju jika revisi UU ITE justru akan mengubahnya menjadi liberal. Sebab, nantinya hal itu akan menjadi boomerang yang dapat membahayakan Indonesia.

Baca Juga: Singgung Anies Baswedan Soal Dana Formula E, Muannas Alaidid: Mending Uangnya Buat Bangun Waduk Pak

Kita tentu terbuka dari revisi UU ITE, terutama utk penyempurnaan, menyesuaikan dg perubahan dan melengkapinya. Tapi sy pribadi tdk setuju kalau mengubah mjd liberal, atau yg membuat dunia cyber kita mjd lbh terbuka dr serangan2 yg membahayakan NKRI,” tutur Henry, dalam akun Twitternya @ henrysubiakto, yang diunggah pada 21 Februari 2021, seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com.

Lebih lanjut, Henry juga mencoba meluruskan berita yang beredar mengenai pendapatnya tentang UU ITE yang disamakan dengan kitab suci.

Henry mengatakan, bahwa undang-undang bukanlah kitab suci, sehingga undang-undang bisa direvisi dan disempurnakan.

Baca Juga: Demi Laksanakan Akad Nikah, Pasangan Pengantin di Jakarta Selatan Tembus Banjir Gunakan Bak Mandi Bayi

Dia menjelaskan, kesalahan bukan terletak pada undang-undangnya, namun pada manusia yang menginterpretasikannya secara berbeda.

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: Twitter


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X