Tanggul Sungai Citarum Jebol, Menteri PUPR Ungkap Penyebabnya

- 22 Februari 2021, 21:35 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. /Antara

PR DEPOK - Sejak Sabtu, 20 Februari 2021 tanggul Babakan Banten, Sungai Citarum jebol akibat curah hujan yang tinggi. 

Jebolnya tanggul Citarum tersebut kemudian menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjelaskan terkait jebolnya tanggul Sungai Citarum.
 
 
Penjelasan tersebut disampaikan Basuki setelah melakukan peninjauan ke beberapa titik bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Monardo. 
 
Basuki dalam video yang yang disiarkan kanal YouTube BNPB mengungkapkan adanya beberapa tanggul yang jebol. 
 
"Kita lihat tadi ada beberapa tanggul-tanggul yang jebol. Bukan hanya tanggul sungai, tapi juga tanggul-tanggul saluran irigasi. Itu muka airnya sudah rata semua," kata Basuki pada Senin, 22 Februari 2021. 
 
 
Jebolnya tanggul Sungai Citarum ini menurut Basuki ada kaitannya dengan aliran air Sungai Cibeet yang merupakan anak Sungai Citarum
 
Selain itu, ia menuturkan bahwa debit air yang masuk telah melampaui daya tampung sungai tersebut. 
 
"Debitnya sekarang yang masuk ke Sungai Citarum 900 meter kubik per detik. Jadi walaupun dari Jatiluhur dikurangi outflow-nya karena hanya untuk menggerakan listrik, tapi bergabung debit menjadi 1.300 meter kubik per detik," ucapnya menjelaskan. 
 
 
Basuki lalu menyebutkan bahwa kapasitas bisa ditampung hanya 1.100 sedangkan yang masuk adalah 1.300 meter kubik per detik. 
 
Oleh sebab itu ia menyatakan tanggul tersebut tak mampu menampung air yang sudah melebihi kapasitas. 
 
"Daya tampungnya, kapasitasnya 1.100 meter kubik per detik sehingga itu memang meluap," ujar Basuki seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari PMJ News. 
 
 
Saat ini pihak PUPR, lanjut dia, sedang melakukan pemasangan tanggul. 
 
"Kami juga sudah bergerak dari Balai Besar Citarum untuk segera mengatasi, menutup," katanya menambahkan.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X