Minta Kader Tak Bersikap Rakus, Ketua DPD PDIP Jateng: Orang Baik di Politik Tak Cukup, Dapat Kuasa Bisa Lupa

- 28 Februari 2021, 21:48 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Bambang Wuryanto. /Wisnu Adhi/ANTARA

PR DEPOK - Menanggapi kabar tertangkapnya Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah atas dugaan suap, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto meminta kader mengendalikan kerakusan yang bisa berujung tindak pidana korupsi.

"Remlah rasa rakus dan internalisasikan nilai-nilai Pancasila, kalau itu bisa match saya kira korupsi turun," tutur Bambang usai menghadiri HUT Ke-48 PDIP di kantor DPD PDIP Jateng.

Baginya, salah satu upaya agar menghindarkan diri dari korupsi yakni dengan membangun karakter yang baik dan manusiawi termasuk tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Baca Juga: The Penthouse Kembali Rajai Rating Drama On Going di Seluruh Channel, Berbeda Nasib dengan Vincenzo

"Jadi kalau korupsi itu mengambil hak orang lain, dan di dalam Pancasila itu namanya tidak berpikir adil dan tindakannya kurang beradab," ujarnya.

Di sisi lain, Bambang juga mengaku terkejut dengan pemberitaan OTT yang menjerat Nurdin Abdullah karena menurutnya, pria tersebut dikenal sebagai pribadi yang santun.

"Saya tidak curiga, tapi sebagai orang politik kadang-kadang kita punya prasangka. Sepengetahuan saya, Gubernur Sulsel ini gubernur yang santun, sering beri ceramah, menurut feeling saya ini orang baik, tapi orang baik di politik itu tidak cukup, kadang dia mendapat kekuasaan bisa kadang-kadang lupa, bisa juga kekuasaan diincar oleh orang lain," katanya.

Baca Juga: Cara Mudah Klaim Token Listrik Gratis PLN Via WhatsApp untuk Periode Maret 2021

Meski banyak faktor yang bisa memengaruhi pejabat untuk melakukan tindak pidana korupsi, bagi Bambang tak ada alasan untuk melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X