Moeldoko Ketum Demokrat Versi KLB, Achmad Annama: Contoh Saya, Kalah pun Bangga daripada Menang Rekayasa

- 6 Maret 2021, 13:59 WIB
Politisi Partai Golkar, Achmad Annama sindir Moeldoko usai ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.
Politisi Partai Golkar, Achmad Annama sindir Moeldoko usai ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. /Instagram/@achmadannama.

“Walau Kalah Tetap Bangga Daripada Menang Rekayasa?” ujar Achmad mengakhiri.

Cuitan Achmad Annama yang menyindir Moeldoko usai ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.
Cuitan Achmad Annama yang menyindir Moeldoko usai ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. Twitter/@AchmadAnnama.

Untuk diketahui, sebelumnya KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi sorotan utama lantaran kongres yang digelar oleh sejumlah mantan kader Partai Demokrat serta KSP Moeldoko itu dianggap ilegal dan abal-abal.

Kendati demikian, Moeldoko sendiri telah menerima bahwa dirinya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB tersebut. Melalui sambungan telepon, ia mengatakan bahwa dirinya berterima kasih lantaran dipercayai jabatan sebagai Ketum dari partai tersebut.

Baca Juga: Makin Panas! SBY Dapat Kabar AD/ART Partai Demokrat yang Sah Telah Diubah Sebelum KLB Deli Serdang Digelar

“Saya terima, terima kasih,” ucap Moeldoko yang saat itu belum tiba di lokasi KLB dan masih dalam perjalanan ke Deli Serdang.

Di tempat berbeda, SBY selalu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat berulang kali menegaskan bahwa KLB tersebut tidak sah dan ilegal lantaran tidak memenuhi syarat yang tercantum di AD/ART partai tersebut.

Ia yang merasa kecewa dan malu atas tindakan Moeldoko itu mengaku menyesal karena dulu pernah memberikan jabatan kepada sang KSP sebagai Panglima TNI pada masa pemerintahannya.

Baca Juga: Bandingkan Kudeta Myanmar di Tengah Isu KLB Demokrat, Tamrin Tomagola: Kalau Indonesia Rentan Kudeta...

“Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun kehadirat Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu,” ujar SBY dalam pidato yang ditayangkan di kanal Youtube Susilo Bambang Yudhoyono.***

Halaman:

Editor: Ramadhan Dwi Waluya


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network