Jokowi Wajibkan Kafe hingga Radio Bayar Royalti Lagu, Adhie Massardi: Yakin Gak Dikorupsi? Bansos Saja Diembat

- 7 April 2021, 10:55 WIB
Mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4 Gus Dur, Adhie Massardi. /Twitter @ArdhieMassardi

PR DEPOK - Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi, menanggapi kebijakan pemerintah yang menetapkan bahwa pihak kafe hingga radio yang memutarkan lagu wajib membayar royalti.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitter pribadinya @AdhieMassardi pada Rabu, 7 April 2021, ia setuju dengan kebijakan tersebut dan mengatakan bahwa membayar royalti adlah kewajiban moral.

"Sdh kewajiban moral tuk bagi hasil (royalti) jika gunakan karya orang untuk urusan komersial," ujarnya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com.

Baca Juga: Musni Umar Kutuk Keras Seruan 'Hoaks' Tangkap Anies, Ferdinand: Apanya Hoaks? Anda Cocok Jadi Pelawak!

Cuitan Adhie Massardi.
Cuitan Adhie Massardi. Tangkap layar Twitter @AdhieMassardi

Akan tetapi, Adhie Massardi lantas khawatir akan timbul masalah saat uang hasil pembayaran royalti tersebut sudah terkumpul.

Mantan jubir Gusdur itu lantas mempertanyakan soal kelanjutan proses yang akan ditempuh jika nantinya urang royalti sudah terkumpul.

"Masalahnya, setelah uang terkumpul, gimana nasibnya? Akan dibagi kpd pemilik hak cipta? Yakin gak dikorupsi? Piye ngontrolnya?" tutur Adhie Massardi melanjutkan.

Baca Juga: Harga Komoditas Mulai Alami Kenaikan Jelang Ramadhan, Menteri Perdagangan: Indonesia Memasuki Masa Supercycle

Pasalnya, ujarnya lebih lanjut, ia khawatir akan terjadi tindakan korupsi terhadap uang bagi hasil atau royalti yang didapatkan dari pemutaran lagu di kafe dan radio tersebut.

Halaman:

Editor: Annisa.Fauziah

Sumber: Twitter


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X