Kepemimpinan Cak Imin di PKB Digoyang, Refly Harun: Sudah 12 Tahun Menjabat, yang Muncul adalah ‘Kepentingan’

- 15 April 2021, 08:32 WIB
Ahli hukum tata negara, Refly Harun.*
Ahli hukum tata negara, Refly Harun.* //Instagram/@reflyharun

PR DEPOK – Kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini sedang digoyang lantaran dilanda isu Kongres Luar Biasa (KLB).

Pasalnya, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Cak Imin telah melanggar ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PKB.

Menanggapi hal ini, ahli hukum tata negara Refly Harun menilai jika dilihat dari masa kepemimpinan Cak Imin yang sudah lebih dari dua periode, Ketua Umum PKB memang sepatutnya diganti.

Refly Harun pun menuturkan, Cak Imin menjadi Ketua Umum PKB sejak 2009 yang artinya sekarang sudah menjabat 12 tahun.

Baca Juga: Para Tokoh Ramai-ramai Mau Disuntik Vaksin Nusantara, Teddy Gusnaidi: Tentu Ada Alasan Kuat dan Ilmiah

Menurut dia, setiap partai politik saat ini harus memiliki tradisi di mana partai memberikan konvensi maksimal dua periode masa jabatan.

“Karena kalau sudah lebih dari dua periode, maka yang muncul adalah kepentingan-kepentingan, dan bisa jadi justru melencengkan dari tujuan partai semula,” jelasnya seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari kanal YouTube Refly Harun pada Kamis, 15 April 2021.

Selain itu Refly Harun juga turut menanggapi komentar publik yang menyebutkan bahwa PKB layak untuk diporak-porandakan karena merupakan partai yang tidak pro kepada rakyat.

“Ya memang performa PKB agak berbeda dengan performa partai lainnya. PKB selalu mendekat dengan kekuasaan,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhamad Gilang Priyatna

Sumber: YouTube Refly Harun


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X