Poros Partai Islam Dukung Anies di Pilpres 2024? Refly Harun: Tak Akan Gampang, Hanya Bisa Jika PKB Bergabung

- 17 April 2021, 19:14 WIB
Pakar hukum tata negara, Refly Harun.
Pakar hukum tata negara, Refly Harun. /Instagram @reflyharun

PR DEPOK - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, menanggapi kemungkinan poros partai islam yang akan mengusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk maju di Pilpres 2024.

Dalam keterangannya, Refly Harun meyakini bahwa jika poros partai islam benar-benar terbentuk, maka Anies Baswedan pasti akan maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Akan tetapi, katanya, yang menjadi masalah adalah kemampuan poros partai islam untuk menghasilkan jumlah kursi yang cukup untuk bisa mencalonkan capres.

Baca Juga: Manfaat Semangka bagi Kesehatan Tubuh Selain Jaga Cairan Tubuh Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

"PAN katanya menolak poros partai islam, berarti tinggal tiga, PKB 58 kursi, PKS 50 kursi, dan PPP 19 kursi. Jadi 127 kursi itu cukup, tapi kalau satu saja tidak mau bergabung, maka selesailah mimpi soal poros islam dengan calon presiden dan wakil presidennya," ujarnya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari kanal YouTube Refly Harun.

Menurutnya, jika PKB menolak untuk bergabung dengan poros partai islam, dan digantikan oleh PAN, maka jumlah kursi tidak akan cukup untuk bisa mengusung capres.

"Jadi unfortunately, 50 kursi ditambah 44 (jadi) 94, ditambah 19 itu cuma 113 kursi. Jadi sepertinya tidak gampang mewujudkan poros partai-partai islam atau berbasis massa islam, karena harus melibatkan PKB," tutur Refly Harun menerangkan.

Baca Juga: Catat! Fenomena Okultasi Mars oleh Bulan Terjadi Malam Ini, Begini Penjelasan Pakar

Sementara diketahui bahwa Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB lebih memilih bekerja sama dengan partai-partai bercorak nasionalis.

Ia lantas kembali menekankan bahwa mewujudkan poros partai islam bisa dilakukan hanya jika PKB ikut bergabung.

Halaman:

Editor: Annisa.Fauziah

Sumber: YouTube Refly Harun


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X