Tinggal Tunggu Perintah Kapolri, Densus 88 Dipastikan Turun Langsung Buru KKB Papua Usai Ditetapkan Teroris

- 1 Mei 2021, 14:56 WIB
Kolase Densus 88 dan KKB di Papua.
Kolase Densus 88 dan KKB di Papua. /Antara/

PR DEPOK - Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri dipastikan akan berangkat ke Papua untuk turun langsung dalam memburu Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang telah dinyatakan sebagai teroris.

Namun, disampaikan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa tim kepolisian baru akan diturunkan setelah mendapat perintah dari Kapolri Jenderal Lisyto Sigit Prabowo.

"Pastinya, Densus 88 Antiteror akan siap membantu satuan tugas Nemangkawi yang kini tengah bertugas dalam rangka memburu kelompok KKB di Papua. Hingga saat ini, masih menunggu perintah Kapolri," ujar Ahmad Ramadhan, seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari PMJ News.

Baca Juga: Suami Tega Pukuli Istri yang Sedang Hamil karena Tidak Diberi Pinjam HP untuk Bermain Judi Online

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Densus 88 Antiteror Polri memang dibentuk dengan tugas untuk menangani masalah-masalah terorisme di Indonesia.

Oleh karena itu, kata Ahmad Ramadhan, setelah KKB ditetapkan sebagai teroris, Densus 88 pun wjaib untuk ikut terlibat.

"Kami kembali sampaikan bahwa tim Densus 88 Anti-teror Polri dibentuk sebagai satuan khusus (satsus) kontra terorisme, yang mana mampu menumpas aksi terorisme yang terjadi di tanah air," tuturnya menerangkan.

Baca Juga: Gerakan Pemuda Kristen Tuntut Munarman Dibebaskan, Ferdinand: Tidak Wakili Agama, Orang Ini Bisa Dipidana

Ahmad Ramadhan lantas memberikan contoh ketika Densus 88 terlibat dalam penanganan dan pelacakan kelompok Mujahidin di Poso, Sulawesi Tengah.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau disebut juga sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB sebagai kelompok teroris.

Halaman:

Editor: Annisa.Fauziah

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X