Minta Publik Tak Terkecoh dengan Pidato 'Bipang', Said Didu: Sengaja untuk Alihkan Perhatian dari Isu Sensitif

- 8 Mei 2021, 19:16 WIB
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu.
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu. /Twitter @msaid_didu

PR DEPOK - Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu ikut buka suara terkait pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan makanan bipang atau babi panggang untuk oleh-oleh hari lebaran. 

Said Didu dalam pernyataannya mengingatkan publik untuk tidak terkecoh dengan isu tersebut.
 

"Jangan tertipu lagi," kata Said Didu sepetti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @msaid_didu pada Sabtu, 8 Mei 2021. 

 
Menguatkan pernyatannya, Said Didu menduga bahwa isu bipang sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu sensitif yang terjadi belakangan ini. 
 
"Tidak masuk akal pidato "bipang" tdk sengaja dibuat utk alihkan perhatian tdhp isu sensitif," ucapnya. 
 
Beberapa isu sensitif yang diduga tengah ditutupi oleh isu bipang menurutnya adalah soal tenaga kerja asing (TKA) asal China yang dengan bebas masuk ke Indonesia. 
 
 
Kemudian isu lain yang tak kalah sensitif, lanjut dia, adalah soal tes wawasan kebangasaan (TWK) yang diberikan pada pegawai KPK dan menyinggung umat Islam.
 
" (isu sensitif) berupa : 1) TKA China bebas masuk smtr rakyat dilarang bergerak, dan 2) saat isu test kebangsaan pegawai KPK yg sangat melukai perasaan umat islam," ujar Said Didu menjelaskan.
 
Diketahui sebelumnya, pidato Jokowi di salah satu televisi nasional viral di media sosial dan kini tengah ramai diperbincangkan publik. 
 
 
Awalnya Jokowi menyarankan masyarakat yang rindu makanan khas daerah untuk membelinya secara online. 
 
Lalu sembari mempromosikan, Jokowi menyebutkan satu per satu makanan khas yang bisa dibeli untuk oleh-oleh hari raya lebaran, salah satunya makanan khas Kalimantan, yakni bipang Ambawang atau babi panggang. 
 
Pernyataan itu sontak menghebohkan publik lantaran babi panggang merupakan makanan yang dilarang dikonsumsi oleh umat muslim.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X