Buka Kelas Yoga Orgasme dengan Rencana Video Dipasarkan di Eropa, WNA Kanada Dideportasi

- 9 Mei 2021, 20:37 WIB
WNA asal Kanada yang akan dideportasi dari Bali (tengah) dalam konferensi pers di Kantor Kemenkumham Bali, di Denpasar, Minggu 9 Mei 2021.
WNA asal Kanada yang akan dideportasi dari Bali (tengah) dalam konferensi pers di Kantor Kemenkumham Bali, di Denpasar, Minggu 9 Mei 2021. /Antara

PR DEPOK – Seorang warga negara asing (WNA) asal Kanada dideportasi Pemerintah Indonesia dari Bali karena berencana membuka kelas yoga orgasme.

Soal deportase yang dipicu munculnya kelas yoga orgasme bertajuk Tantric Full Body Orgasm yang viral tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk.

"Pelanggaran yang dilakukan kegiatan itu, sesuai Pasal 75 huruf a UU Nomor 6 Tahun 2016 bahwa dia memang sudah mengiklankan dan mempublikasikan (kelas yoga orgasme). Jadi sudah terencana melakukan itu, sehingga tepat kami lakukan pendeportasian," kata Bali Jamaruli Manihuruk dalam konferensi pers, di Denpasar, Bali, pada Minggu 9 Mei 2021 sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Baca Juga: Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Aston Villa Vs Manchester United Minggu 9 Mei 2021

Jamaruli menjelaskan bahwa Christoper Kyle Martin mengakui bahwa acara Yoga Tantric Full Body Orgasm sudah lama diiklankan dan lupa dihapus.

Acara yoga orgasme rencananya diselenggarakan pada tahun 2020 di Karma House of Tattoos, Jalan Penestanan No 8 Ubud Bali,

"Dia (WNA Kanada) itu sudah mengiklankannya pada tahun 2020, lalu dia datang (ke Bali) pada April 2021. Dia ini memang sempat pulang (ke negaranya) sebelum kembali lagi ke Indonesia," katanya.

Baca Juga: Jadi Pasien Covid-19, Marshel Widianto Ingatkan Prokes: Jangan Sampai Baju Lebaran Dipake di Ruang Isolasi

Rencana WNA Kanada tersebut membuka kelas yoga orgasme menurutnya menyalahi tidak hanya hukum nasional, tetapi juga hukum wilayah setempat.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X