Sampaikan Pesan Untuk Kementerian Kesehatan, Fahri Hamzah: Vaksin di Seluruh NTB Kosong, Mohon Perhatian!

- 28 Juli 2021, 16:10 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. /Instagram @fahrihamzah

PR DEPOK - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah belum lama ini menyampaikan pesan untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pandemi Covid-19. 

Kali ini Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa stok vaksin Covid-19 di seluruh wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah kosong
 
"Dear @KemenkesRI , Seluruh NTB kosong vaksin.," ucap Fahri Hamzah seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @Fahrihamzah pada Rabu, 28 Juli 2021. 
 
 
Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak rumah sakit dan pejabat kesehatan setempat, Fahri Hamzah menyatakan bahwa kekosongan vaksin di NTB terjadi karena belum adanya stok dari pusat.
 
"Kata rumah sakit dan pejabat kesehatan lokal yg ditemui, 'belum drop dari pusat'.," ucapnya. 
 
Maka dari itu, mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut meminta Kemenkes memperhatikan laporannya itu, dengan memenuhi stok vaksin untuk NTB
 
Sebab ia menilai keinginan masyarakat di NTB sendiri terhadap vaksin sudah baik, tapi nyatanya memang stok vaksinnya yang belum tersedia.
 
 
Cuitan Fahri Hamzah.
Cuitan Fahri Hamzah. Twitter @Fahrihamzah
 
"Mohon perhatian sebab rakyat mau vaksin tapi memang persediaan belum ada. (Demikian laporan lapangan)," ujar Fahri Hamzah menambahkan.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, persediaan jumlah vaksin Covid-19 belakangan ini memang dikabarkan mulai menipis di sejumlah daerah. 
 
Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, hal itu terjadi karena karena stok vaksin nasional terbatas. 
 
 
"Karena jumlah vaksin yang diterima 151,9 juta dosis itu sebenarnya masih kurang lebih 30 persen dari total kebutuhan vaksin di Indonesia sebanyak 462 juta dosis," ucap Siti Nadia. 
 
Kendati demikian, Siti Nadia menuturkan bahwa masyarakat yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 sudah terhitung banyak, yakni kurang lebih berjumlah 63 jiwa. 
 
45 jiwa di antaranya telah mendapat dosis pertama dan yang mendapat dosis kedua sekitar 18 juta jiwa. 
 
 
"Cukup banyak tentunya kalau kita lihat sampai 63 juta lebih yang kita sudah suntikan," ujarnya menambahkan.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X