Pemprov Sulteng Adakan Sayembara Lepas Karet Ban dari Leher Buaya

- 6 Februari 2020, 10:46 WIB
ALIGATOR terjerat ban bekas selama 4 tahun di lehernya.*

PIKIRAN RAKYAT - Seekor buaya harus mengalami waktu-waktu tragisnya usai terjebak dalam kalungan ban bekas saat berenang di salah satu sungai di Sulawesi Tengah.

Mengetahui kabar tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah telah membuka sayembara untuk menyelamatkan hewan reptil tersebut.

Meskipun sayembara melepaskan ban yang meliliti leher seekor buaya sejak 4 tahun lalu ini dibuka untuk siapapun yang berani, Pemprov Sulteng imbau agar amatir tidak perlu mengikuti penyelamatan ini.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Tawuran Pelajar di Depok, Satu Masih Buron 

Empat tahun sudah percobaan penyelamatan buaya liar yang lehernya terjerat oleh sebuah ban bekas namun tetap mengalami kegagalan.

Akhirnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah membuka sebuah sayembara kepada masyarakat. BKSDA Sulteng juga akan memberikan imbalan bagi siapapun yang berhasil melepaskan jeratan ban pada leher buaya tersebut dengan imbalan yang menggiurkan.

Dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Sky News, pada Jumat, 31 Januari 2020, keputusan diadakannya sayembara ini diambil oleh BKSDA Sulteng, setelah Longki Djanggola sebagai Gubernur Sulawesi Tengah meminta agar buaya itu cepat diselamatkan.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Misinformasi, Disinformasi, Malinformasi dalam Berita Hoaks yang Sering Gegerkan Masyarakat 

Buaya berukuran 4 meter tersebut muncul pertama kali pada awal tahun 2016 di tepian Sungai Palu sampai Teluk Palu. Pemprov Sulteng dan masyarakat semakin khawatir aligator tersebut dapat mati akibat ban yang melilit di lehernya.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X