Terima Laporan Pola Penyerangan Tokoh Agama yang Serupa, Mahfud MD: Sepertinya Kelompok Terorganisir

- 16 September 2020, 22:00 WIB
Syekh Ali Jaber (kiri) saat bertemu Menkopolhukam Mahfud MD. /.*/via rri.co.id/Instagram/@mahfud MD

PR DEPOK - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengumumkan tersangka penusukan terhadap Syekh Ali Jaber terancam pasal berlapis antara lain percobaan pembunuhan, pembunuhan, dan penganiayaan yang telah mengakibatkan luka pada korban.

"Pelaku diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup, atau 20 tahun penjara," tuturnya dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari PMJ News.

Hingga kini, petugas telah mencecar 13 orang saksi terkait insiden terhadap tokoh agama ternama itu. Saksi terdiri dari keluarga, warga yang hadir di TKP, dan sejumlah panitia penyelenggara acara wisuda para penghafal Alquran.

Tak berhenti di situ, Argo menyebut pihaknya sudah menugaskan tim penyidik dari Mabes Polri dan Densus 88 untuk mengungkap kemungkinan lain termasuk di antaranya dalang atau bahkan terduga pelaku lainnya yang terlibat dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Ahok Klaim Ada Direksi Pertamina Titipan Menteri, Said Didu: Pak Erick Kalo BTP Dititip Siapa?

"Penyidik dari Mabes Polri dan Densus juga turun ke sana. Ingin melihat apakah tersangka ini melakukannya sendirian atau ada yang menyuruh atau ada orang lain," tuturnya.

Sempat muncul rumor di media sosial yang menyebut tersangka AA dibebaskan, polisi menegaskan kabar tersebut tidak benar. Kini tersangka AA masih mendekam di balik jeruji besi Polresta Bandar Lampung.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD menilai insiden penyerangan yang menimpa Syekh Ali Jaber didalangi oleh kelompok yang teroganisir.

Atas dugaan tersebut, Mahfud MD mengajukan kepada Presiden Joko Widodo agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) turun tangan ikut serta dalam penyelidikan.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: PMJ News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X