Nadiem Makarim Bolehkan Dana BOS untuk Belanja Kuota Internet, IPR: Jangan Sampai Dia yang Untung

- 5 Agustus 2020, 14:24 WIB
Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. /Dok. Kemendikbud

PR DEPOK - Nama Nadiem Makarim terus disorot selama masa pandemi covid-19. Alih-alih memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan mengizinkan pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk dibelanjakan kuota internet namun ia justru kembali mendapatkan kritikan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin pun kembali menyoroti kebijakan Nadiem Makarim tersebut yang rawan terjadi bancakan dana BOS.

Namun, Ujang Komarudin justru mengungkit dan mengingatkan bahwa sebelum menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim adalah seorang pengusaha.

Baca Juga: Video Detik-detik Seorang Wanita Selamatkan Gadis Kecil dari Ledakan Dahsyat di Beirut 

"Jangan sampai pembagian kuota tersebut menguntungkan Nadiem Makarim. Karena dia pengusaha," kata Ujang kepada RRI yang dikutip oleh Pikiranrakyat-depok.com di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Diketahui, dana BOS tahun 2020 sekitar Rp54 triliun. Tentu saja, dana tersebut harus bisa tersalurkan dengan baik ke seluruh sekolah yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, Ujang meminta publik untuk kritis dan mengawal kucuran dana tersebut BOS yang digelontorkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Itu kan kebijakan yang kita kritik untuk dilakukan agar siswa dapat kuota. Setelah dikritik baru dilakukan Nadiem Makarim. Selama ini siswa susah dibiarkan," kritiknya.

Baca Juga: Beda dengan Pernyataan Pejabat Lebanon, Donald Trump Klaim Ledakan Beirut Seperti Serangan Bom 

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X