Karyawan Facebook Mengundurkan Diri: Sangat Malu Atas Sikap Mark Zuckerberg Terhadap Unggahan Trump

- 6 Juni 2020, 12:00 WIB
CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

PR DEPOK - Dalam sepekan terakhir, ratusan karyawan Facebook telah mulai menunjukkan protesnya terkait sikap Mark Zuckerberg terhadap unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memicu amarah nasional.

Unggahan yang juga muncul di Twitter, merujuk pada protes AS yang sedang berlangsung terhadap rasisme dan kebrutalan polisi dengan mengatakan, "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai."

Twitter menandai cuitan Trump karena "mengarah pada kekerasan", sedangkan Facebook memutuskan untuk tidak melakukan apa pun; perusahaan mengatakan bahwa jabatan Trump sedang membahas penggunaan kekuatan negara dan karena itu tidak melanggar kebijakannya.

Baca Juga: Remehkan Obat Tradisional Tiongkok Bisa Terancam Hukuman

Dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari Vox Sabtu, 6 Juni 2020 buntut dari sikap Facebook tersebut membuat ratusan karyawan memprotes, beberapa karyawan awal menulis surat terbuka memohon perusahaan untuk membalikkan keputusan.

Setidaknya dua karyawan Facebook mengundurkan diri sebagai protes atas masalah tersebut.

Karyawan lain yang telah mengundurkan diri sebagai bentuk protes. Kemudian mengunggah surat pengunduran diri itu di sebuah grup di aplikasi "Tempat Kerja" internal Facebook pada Kamis, 4 Juni 2020.

Baca Juga: Indonesia Tempati Urutan ke 34 Dunia Sebaran Kasus Virus Corona

Catatan ini-salinan yang diperoleh oleh Vox-ditujukan kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg dan membuat argumen bahwa Facebook menyakiti orang-orang kulit hitam di dalam dan di luar perusahaan dengan 'lepas tangan' terhadap unggahan Trump.

"Saya sangat malu bekerja di sebuah perusahaan yang memberikan kebebasan untuk orang rasis hanya karena dia seorang politisi," kata karyawan itu, yang tidak berkulit hitam tetapi diidentifikasi sebagai orang kulit berwarna.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Vox


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X