Standar Nasional Indonesia atau SNI dalam Meningkatkan Ketahanan Bangunan terhadap Gempa Bumi

- 2 Januari 2024, 09:15 WIB
Ilustrasi - Standar Nasional Indonesia atau SNI dalam Meningkatkan Ketahanan Bangunan terhadap Gempa Bumi
Ilustrasi - Standar Nasional Indonesia atau SNI dalam Meningkatkan Ketahanan Bangunan terhadap Gempa Bumi /Pikiran-rakyat.com

PR DEPOK - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatatkan fakta yang mencengangkan terkait aktivitas gempa bumi di wilayah Indonesia selama tahun 2023. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 10.789 kali kejadian gempa yang tercatat, dengan variasi magnitudo dan kedalaman yang beragam.

Penting untuk dicatat bahwa jumlah aktivitas gempa bumi selama tahun 2023 melebihi rata-rata tahunan, yang biasanya sekitar 7.000 kali.

BMKG menyampaikan data yang memisahkan jenis gempa bumi berdasarkan magnitudonya. Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi sebanyak 219 kali, sementara gempa kecil dengan magnitudo di bawah 5,0 mencapai 10.570 kali.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Berani saat PDKT dan Cerdas dalam Jalani Hubungan

Tidak hanya memberikan data statistik, BMKG juga menunjukkan langkah-langkah konkret yang telah diambil untuk menghadapi potensi bahaya gempa dan tsunami di masa mendatang. Pada tahun 2023, BMKG berhasil membangun instalasi jaringan 95 sensor seismograf baru, memperluas operasional Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dengan total 533 sensor seismograf.

Sementara itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam menghadapi bahaya gempa bumi di Indonesia dengan menetapkan serangkaian Standar Nasional Indonesia (SNI) yang bertujuan meningkatkan ketahanan struktur bangunan.

Melalui kebijakan ini, BSN berkomitmen untuk memastikan bahwa infrastruktur di seluruh negeri mematuhi pedoman yang telah ditetapkan.

Baca Juga: 6 Hotel Rekomen yang Wajib Anda Booking di Kabupaten Jember

1. SNI 1726:2019 - Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung

SNI 1726:2019 menjadi standar utama yang menangani perencanaan ketahanan gempa untuk berbagai jenis struktur, termasuk gedung dan nongedung.

Halaman:

Editor: Nur Annisa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah