Suga BTS Ungkap Perlakuan Label Musik yang Keras ke Para Artisnya Berpotensi Menghancurkan Industri Musik

- 1 Agustus 2021, 20:07 WIB
Anggota grup idola K-pop BTS, Suga.
Anggota grup idola K-pop BTS, Suga. /ANTARA/Big Hit Music

PR DEPOK - Member boy group K-pop, Suga BTS atau yang bernama lengkap Min Yoon Gi mengungkapkan bahwa perlakuan label musik yang terlalu keras dalam mendorong para artisnya, dapat berpotensi membuat industri musik hancur. 

Suga BTS tampak bersyukur dengan label musiknya saat ini. Ia memuji label musiknya yakni Big Hit Music karena mau mendengarkan pendapat dari para artisnya.

Lebih lanjut, Suga menjelaskan bahwa saat pertama kali debut, para artis dari label musik tersebut juga tidak selalu bekerja dengan kecepatan yang sama.

Baca Juga: Lagu 'Butter' BTS Duduki No. 1 Top Billboard Hot 100, Selama Tiga Minggu Berturut-turut Semenjak Dirilis

"Cara artis bekerja tampaknya sangat sulit. Mereka tampil di acara musik yang berbeda setiap hari setelah masa promosi dimulai, yang berarti kelelahan yang dihadapi artis sangat besar, dan kelelahan itu sering mengakibatkan cedera"

"Pertunjukan musik semacam itu untuk tujuan promosi, jadi artis tidak bisa mendapatkan penghasilan yang layak dari mereka," ujar Suga, dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari NME, pada Minggu, 1 Agustus 2021.

Suga menyebut bahwa industri musik perlu melakukan banyak perbaikan, terutama dari sistem yang digunakan untuk membina para artisnya. 

Baca Juga: BTS akan Rilis Album Versi Terbaru Berjudul BE (Essential Edition) Pada 19 Februari 2021 Mendatang

Ia menjelaskan bahwa sebuah label musik harus secara aktif mengakomodasi pandangan para artisnya, terkait hal yang bisa dilakukan dan yang tak bisa dilakukan.

"Sikap yang seperti, 'Oh, kami menjadikan kalian anak-anak kami, dan selama Anda melakukan apa yang kami suruh, semuanya akan berhasil, jadi lakukan saja'. Saya pikir hal seperti itu benar-benar tidak masuk akal"

"Tentu saja, memang ada situasi di mana label harus memaksa seperti itu, tapi saya mendengar ada kalanya label hanya akan mengatakan, 'Lakukan', tanpa penjelasan apa pun kepada artisnya," ujar Suga BTS. 

Baca Juga: Catat Tanggalnya! BTS dan BLACKPINK Siap Sapa ARMY dan BLINK di Indonesia 25 Januari 2021

Ia mengungkapkan, jika sikap label musik mendorong artisnya terlalu keras, maka hal ini dapat menciptakan masalah besar dan menghancurkan industri musik itu sendiri.

Sebab, kata Suga, kreativitas artisnya tersebut tak akan bisa berkembang jika hanya diperbolehkan untuk mematuhi perintah.

"Jika Anda hanya melihat artis sebagai produk, bagaimana mereka bisa melakukan sesuatu yang kreatif? Saya benar-benar berpikir itu sangat kontradiktif untuk meminta orang-orang di atas panggung untuk menampilkan pertunjukan yang menyenangkan ketika mereka tidak mengalami kesenangan atau kenikmatan," ujar Suga.

Baca Juga: Ungkap Sosok Jimin BTS dari Sang Ayah, Dikenal sebagai Anak yang Bertalenta, Sopan, dan Cukup Dewasa

Lain hal dengan itu, RM berbicara tentang lagu terbaru BTS "Permission To Dance" dan pesan positif yang ada di dalamnya, pada awal pekan ini.

"Rasanya luar biasa bisa memberikan lagu lewat seluruh tubuh Anda dan hanya ada tawa dibanding dengan memikirkannya terlalu banyak hal. Saya pikir itulah kekuatan lagu itu," kata RM.

Lagu "Permission To Dance" kini membuat BTS berada di puncak Billboard Hot 100. Lagu itu menduduki posisi teratas selama satu minggu sebelum disalip oleh lagu "Butter" milik BTS sendiri.***

Editor: Erta Darwati

Sumber: NME Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x