Donald Trump Sebut 'Pemerintahan Lain', Benarkah Indikasikan Kekalahannya Atas Joe Biden?

- 15 November 2020, 15:17 WIB
Presiden ke-45 AS, Donald Trump.
Presiden ke-45 AS, Donald Trump. /Instagram @realdonaldtrump

PR DEPOK - Donald Trump bersikeras bahwa dia tidak akan pernah menerapkan kebijakan lockdown di Amerika Serikat untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang terus melonjak di negara adi kuasa tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Donald Trump pada Jumat, 13 November 2020.

Meski demikian, Donald Trump menyebut istilah "waktu yang akan menjawabnya", dalam artian jika pemerintahan lain setelahnya pada bulan Januari bisa saja menerapkan lockdown.

Baca Juga: Direncanakan Digelar Februari 2021 Mendatang, Shopee Liga 1 Dipastikan Tanpa Degradasi

“Idealnya, kami tidak akan melakukan penguncian. Saya tidak akan melakukannya, pemerintahan ini tidak akan memberlakukan lockdown,” ujarnya, seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari RRI.

“Mudah-mudahan, apapun yang terjadi di masa depan, siapa yang tahu pemerintahan yang mana. Saya kira waktu akan menjawabnya," tutur Donald Trump.

Pernyataan Donald Trump tersebut seolah menunjukkan bahwa dia mengakui persiden terpilih Amerika Serikat (AS) selanjutnya, Joe Biden, telah berhasil mengalahkannya, meski hingga kini dia masih tetap enggan menyebutkan nama saingannya di Pilpres AS 2020 tersebut.

Baca Juga: Atasi Lag Saat Gunakan WhatsApp, Begini Cara Aktifkan Fitur Manage Storage

Sejak Pilpres yang digelar pada 3 November 2020 lalu, Donald Trump tetap bertahan dengan tuduhan tidak berdasarnya yang menyatakan adanya kecurangan pemungutan suara yang meluas di sejumlah negara bagian.

Di sisi lain, Meski Donald Trump terus mencoba menudinf klaim seperti itu di Twitter, dia tidak mengulanginya dalam sambutan publiknya pada hari Jumat lalu.

Terakhir kali Donald Trump berbicara, yakni di ruang rapat Gedung Putih dua hari setelah Pilpres AS 2020, dia mengatakan tanpa bukti bahwa jika suara dihitung dengan sah, maka dia akan dengan mudah memenangkan Pilpres AS 2020.

Baca Juga: Kritik Keras RUU Minol, Hotman Paris: Pemerintah dan DPR agar Hati-hati, Devisa Negara Akan Hilang

Kembali ke penanganan Covid-19, Donald Trump mengatakan pada hari Jumat lalu bahwa dia mengharapkan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer agar segera dikeluarkan.

Pfizer mengatakan, akan melaporkan data keamanan yang diperlukan minggu depan dan kemudian dapat mengajukan permohonan otorisasi penggunaan darurat.

Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump menerima pembaruan tentang operation warp speed, yakni upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan vaksin.

Baca Juga: Longgarkan Hukum Islam, UEA Izinkan Pasangan Belum Menikah Tinggal Serumah dan Konsumsi Alkohol

Dalam sambutan publik pertamanya sejak Joe Biden diumumkan sebagai pemenang Pilpres AS pada Sabtu lalu, Donald Trump menyampaikan bahwa dia memperkirakan vaksin Covid-19 akan tersedia untuk seluruh warga AS paling cepat April 2021, di tengah himpitan infeksi baru yang telah mendorong jumlah kasus harian ke rekor tertinggi di negaranya.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah