Budi Dalton Merawat Kujang, Pusaka Penjaga Kedaulatan Negara

- 23 Maret 2020, 14:03 WIB

Keberadaan kujang sebagai identitas Sunda kini sebatas totem di lalu lintas jalanan yang cepat atau di banyak simbol pemerintahan yang tengah fokus ­memajukan peradaban. Dalam kondisi lemah cai yang makin larut oleh ­modernitas, segelintir tokoh masih ­berupaya menjaga nilai kehormatan kujang sebagai bilah-bilah pewaris tatanan ­Kasundaan. Semakin hari, posisi kujang semakin lemah. Eksistensi­nya dihadapkan pada syarat percepatan pembangunan bang­sa yang memerlukan logika dan akal sehat. Perlakuan istimewa pada fisik kujang akan mudah mengarah pada takhayul, klenik, hingga pemujaan spirit penghasil kesia-siaan yang memperlambat kemajuan Jawa Barat. Di luar perspektif tersebut, rupanya masih ada tangan-tangan penjaga keistimewaan kujang. Sejumlah tokoh Sunda ber­upaya menempatkan keberadaaan kujang sebagai amanat yang mengingatkan kebesaran pengaruh Sunda, salah satunya adalah Budi Dalton. Di ruangan berukuran 3 m x 3,5 m, di lantai dua kediamannya, Budi menyimpan lebih dari seribu kujang dari berbagai jenis. Ruang kecil itu berkonstruksi kayu, mirip leuit, dengan ba­risan kujang yang tertata rapi. Sebagian besar koleksi kujang itu merupakan titipan tokoh hingga kabuyutan. ”Banyak orang yang menitipkan. Saya sudah tidak bertanya alas­an mereka. Ba­nyak orang desa yang sudah tidak tahu cara me­rawat ini. Saya tidak pernah menjual ti­tipan ini, jadi mungkin terus di­per­caya,” tutur Budi, yang juga pengajar di Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan Bandung, saat ditemui beberapa waktu lalu.*

Komentar

Images Lainnya

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X