Mati-matian Rebut Kyiv, Pejabat AS Tuding Rusia Rekrut Pejuang Suriah untuk Bertempur Kalahkan Ukraina

7 Maret 2022, 16:03 WIB
Ilustrasi kota Kyiv yang hancur akibat serangan Rusia ke Ukraina. /REUTERS/Maksim Levin

PR DEPOK - Pihak Rusia beberapa hari terakhir ini diklaim telah merekrut pejuang dari Suriah untuk membantu merebut Kyiv dari genggaman Ukraina.

Dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari AFP, sejumlah pejabat Amerika Serikat telah menuduh Rusia mendatangkan beberapa warga Suriah, untuk ikut bertempur di Ukraina.

Seperti yang diketahui, Rusia telah melancarkan operasi militernya ke Ukraina dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.

Baca Juga: Link Nonton Military Prosecutor Doberman Episode 3, Spoiler: Akhirnya Cha Woo In dan Do Bae Man Bekerja Sama

Sebuah laporan mengklaim, di tengah peningkatan serangannya, Rusia merekrut pejuang Suriah yang berpengalaman.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengklaim, beberapa pejuang Suriah sudah berada di Rusia bersiap untuk bergabung dalam pertempuran di Ukraina.

Meskipun pernyataan tersebut masih belum jelas, berapa banyak pejuang yang direkrut, laporan lainnya tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Di sisi lain, Kepala Republik Chechnya yakni Ramzan Kadyrov, saat ini menjadi sekutu Rusia dan akan membantu Vladimir Putin untuk menyelesaikan operasi militernya di Ukraina.

Baca Juga: Dituntut Pulihkan Nama Baik Pelaku, MS Korban Pelecehan di KPI Blak-blakan Disodorkan Permintaan Damai

Ramzan Kadyrov juga telah membagikan video para pejuang Chechnya yang bergabung dalam serangan ke Ukraina, dan mengatakan beberapa pasukannya telah tewas dalam pertempuran itu.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengklaim sekitar 20.000 sukarelawan asing telah melakukan perjalanan ke Rusia, untuk bergabung dengan pasukan untuk merebut Kyiv.

Selain itu, kota terbesar kedua Kharkiv saat ini masih dipegang oleh pemerintah Ukraina, sedangkan Rusia berhasil merebut kota pelabuhan Kherson.

Imbas dari konflik tersebut, pihak PBB juga telah mengklaim bahwa, ada sekitar 1,5 juta warga Ukraina telah mengungsi ke negara-negara tetangga.***

Editor: Nur Annisa

Sumber: AFP

Tags

Terkini

Terpopuler