PBB Minta AS Bermurah Hati Beri Bantuan kepada Rakyat Afghanistan yang Berada di Ambang Kematian Akibat Krisis

- 14 Januari 2022, 14:55 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. /Eduardo Munoz/REUTERS

PR DEPOK - Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dunia bahwa jutaan penduduk Afghanistan berada di ambang kematian akibat krisis yang terjadi di negara tersebut.

PBB juga mendesak masyarakat internasional memberikan bantuan kepada Afghanistan untuk mencegah runtuhnya ekonomi dan sosial di Afghanistan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan alasan-alasan yang membuat bantuan sulit diberikan kepada Afghanistan harus dikesampingkan demi menyelamatkan banyak nyawa.

Baca Juga: Kesiapan Pemilu 2024, KPU Telah Siapkan Website Berbasis Open Data Demi Kemudahan Akses Masyarakat

"Suhu yang beku (dingin) dan dana yang beku (bantuan yang belum bisa diberikan) adalah kombinasi mematikan bagi rakyat Afghanistan," ujar Guterres dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Al Jazeera.

Kondisi ekonomi Afghanistan yang masih bergantung pada bantuan luar negeri semakin terpuruk sejak Taliban berkuasa pada Agustus tahun lalu menyusul perginya militer AS dan NATO.

Sejak saat itu pula, sejumlah pihak membekukan aset dan menghentikan dukungan ekonomi dalam berbagai bentuk kepada Afghanistan.

Baca Juga: Gubernur California Tolak Pembebasan Sirhan Pembunuh Robert F. Kennedy, Dinilai Belum Pantas

Selain itu, masyarakat internasional juga enggan bekerja sama dengan Taliban mengingat reputasi mereka yang begitu kejam kepada penduduk Afghanistan.

Halaman:

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network