Joe Biden Ancam Sberbank dan VTB Hadapi Sanksi jika Invasi Rusia ke Ukraina Terus Berlanjut

- 23 Februari 2022, 09:30 WIB
Joe Biden beri ancaman untuk Rusia.
Joe Biden beri ancaman untuk Rusia. /Adam Schultz/White House via Reuters/

PR DEPOK - Belakangan ini konflik antara Rusia dan Ukraina dilaporkan kembali memanas, setelah mulai kembali terlihat sejumlah pasukan tambahan dan kendaraan perang di sekitar perbatasan.

Dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Reuters, presiden Amerika Serikat, Joe Biden baru-baru ini telah menyatakan akan mengancam Sberbank dan VTB, jika konflik tersebut masih berlanjut.

Sebagai informasi, Sberbank dan VTB merupakan sebuah perusahaan asal Rusia, yang bergerak di sektor finansial.

Baca Juga: Gabungan Relawan Jokowi Cirebon Ikut Jokpro 2024, Mardani Ali Sebut Bahaya: Potensi Ulangi Rezim Jadi Otoriter

Kedua perusahaan tersebut diketahui hanya berfokus pada industri perbankan.

Pejabat senior AS, telah mengatakan pada Selasa 22 Februari 2022, bahwa tidak ada lembaga keuangan Rusia yang aman, jika Moskow masih melanjutkan invasinya ke Ukraina.

Laporan tersebut menambahkan, sejumlah kelompok elit Rusia yang masih belum dikenai sanksi pada Selasa kemarin, harus selalu waspada.

Baca Juga: Kapan Pengumuman Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 23? Cek di www.prakerja.go.id

Pemerintahan Joe Biden saat ini sepenuhnya siap, dengan sejumlah negara-negara besar untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian ekspor, jika Rusia kembali memberikan ancaman lebih lanjut.

"Sanksi yang sangat serius, yang dapat menurunkan pasar, dimulai pada saat kita berbicara tentang menempatkan bank atau perusahaan Rusia (publik) besar dalam daftar sanksi, atau tentang sanksi perdagangan (ekspor) yang serius," kata Sofya Donets, dari Renaissance Capital.

Seorang analis di Veles Capital, Elena Kozhukhova, mengatakan bank-bank Rusia dapat tetap berada di bawah tekanan tahun ini karena kemungkinan akan diberi sanksi.

Tetapi akan pulih dengan cepat, jika situasinya mulai membaik berkat suku bunga yang tinggi.***

Editor: Nur Annisa

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah