Siap Dipasarkan Akhir Tahun, Vaksin COVID-19 Buatan Tiongkok Telah Diuji Coba ke Lebih 2.000 Orang

- 31 Mei 2020, 13:00 WIB
ILUSTRASI. Peneliti mencari vaksin covid-19.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Vaksin Virus Corona buatan Tiongkok siap dipasarkan pada akhir tahun ini. Hal itu disampaikan oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara Dewan Negara China (SASAC).

Dikutip oleh pikiranrakyat-depok.com dari Reuters Minggu, 31 Mei 2020 dalam uji cobanya, lebih dari 2.000 orang telah menerima vaksin Virus Corona baru yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing.

"Vaksin bisa siap untuk dipasarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata SASAC dalam unggahan di platform media sosial WeChat, Jumat, 29 Mei 2020.

Baca Juga: Masuki Uji Coba Tahap Kedua, Vaksin Virus Corona Karya Ilmuwan Tiongkok Diyakini 99 Persen Berhasil

Vaksin dari Institut Produk Biologi Wuhan dan Institut Produk Biologi Beijing itu telah memasuki uji klinis fase dua. Mereka berafiliasi dengan kelompok farmasi milik Sinopharm, perusahaan farmasi milik negara yang manajemennya diawasi oleh SASAC.

Menurut artikel yang diunggah SASAC di WeChat tersebut dikatakan bahwa fasilitas produksi milik Institut Produk Biologi Beijing akan memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 100 juta hingga 120 juta dosis per tahun.

Hingga saat ini, Tiongkok telah memiliki lima vaksin Virus Corona yang saat ini dalam uji coba ke manusia, ketika dunia berlomba untuk menemukan formula guna menghentikan pandemi COVID-19.

Baca Juga: Bersiap Memasuki Era New Normal, Selain Masker, Ini Barang yang Harus Ada di Tas

Sebelumnya, Zeng Yixin, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan sejauh ini belum ada 'reaksi merugikan utama' yang dilaporkan di antara 2.575 sukarelawan yang berpartisipasi dalam uji coba fase dua itu.

"Menurut rencana, jika semuanya berjalan dengan baik, proyek-proyek tersebut akan menyelesaikan fase kedua uji klinis pada Juli tahun ini," kata Zeng.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X