Sebut Tak Ada Zona Merah di Jabar, Ridwan Kamil: Darurat Sudah Lewat

- 22 Agustus 2021, 21:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil /dok.foto/Humas Pemprov Jabar/


PR DEPOK - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyampaikan bahwa indikator keterisian rumah sakit kini kian rendah dan tidak ada lagi wilayah yang masuk ke dalam kategori zona merah di wilayahnya.

Atas dasar hal-hal tersebut, menurut Ridwan Kamil kedaruratan kasus Covid-19 di Jawa Barat sudah menurun.

Ia juga mengatakan bahwa dalam dua minggu terakhir Jabar menjadi satu-satunya provinsi yang tidak memiliki zona merah.

Baca Juga: Tanpa Lionel Messi, Ronald Koeman Akui Barcelona Kini Kurang Ditakuti

Hal itu disampaikan setelah Ridwan kamil melakukan peninjauan Sentra Vaksinasi bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, di Kabupaten Bandung Barat pada Minggu, 22 Agustus 2021.

"Terima kasih Pak Menteri (Menparekraf Sandiaga Uno). Kami berterima kasih, pak menteri dan jajaran sudah melakukan bela negara melebihi panggilan tugas karena semuanya urusan Covid-19," ujarnya.

"Darurat sudah lewat, dua minggu ini Jabar satu-satunya provinsi yang tidak ada zona merah, BOR 24 persen, kasus turun," sambung Ridwan Kamil sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari ANTARA.

Baca Juga: Yakini Taliban Kini Berbeda dengan 20 Tahun Lalu, Pakar: Dunia Harus Bersiap untuk Perubahan Geopolitik

Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil meminta kepada Sandiaga Uno agar dapat membantunya mengkonsolidasikan kepada pemerintah pusat untuk mengamankan jatah vaksin 15 juta dosis per bulan untuk Jawa Barat.

"Dan saya titip Pak Menteri di level pemerintah pusat, tolong saling ingatkan bahwa penduduk Jabar 50 juta jiwa, suplai 15 juta dosis per bulan harus lancar biarkan teknis penyuntikkan dan lain-lain urusan di pemerintah daerah," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Ridwan Kamil juga mengatakan dari 13 juta dosis vaksin yangd didistribusikan dari pemerintah pusat, percepatan vaksinasi terus berkembang dari 50 ribu penyuntikkan per hari menjadi 200 ribu per harinya.

Baca Juga: Punya Akun YouTube, Lee Min Ho Jelaskan Makna di Balik Video dan Keinginannya Bikin Video Pendek

Selanjutnya, jumlah tersebut diharapkan bisa bertambah hingga mencapai 400 ribu penyuntikkan per hari. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencapai herd immunity pada Desember 2021 ini.

Ridwan Kamil menilai, herd immunity bisa membuat upaya pemulihan ekonomi, kesehatan, dan aktivitas masyarakat lainnya kembali normal.

Meski, lanjutnya, seluruh kegiatan masih harus menerapkan protokol kesehatan ketat.***

Editor: Yunita Amelia Rahma

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah