TNI dan Polri Tembak Mati Lima Anggota KKB, Temukan Senjata AS dan Pindad

2 Oktober 2023, 10:44 WIB
Satgas Operasi Damai Cartenz melumpuhkan total lima anggota KKB dan menyita tiga pucuk senjata api. /PMJ News/Divhumas Polri

PR DEPOK – KKB Papua atau yang telah diketahui banyak masyarakat Indonesia sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata Papua.

Kelompok militan ini memiliki tujuan ingin terpisahnya tanah papua dari Indonesia. Mereka telah meluncurkan berbagai serangan ke beberapa personel TNI, Polri hingga masyarakat setempat.

Saat ini personel gabungan dari TNI dan Polri terus melakukan pengamanan di wilayah Papua untuk melindungi kedaulatan Indonesia dan juga warga Indonesia yang berada di Papua. Pada saat ini personel gabungan TNI dan Polri telah berhasil melumpuhkan beberapa anggota KKB.

Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional, Jokowi Adakan Istana Berbatik yang Dihadiri Banyak Tamu Negara

TNI dan Polri berhasil menembak mati lima anggota kelompok KKB yang berlokasi di pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Dari hal tersebut petugas telah menyita beberapa barang bukti lainnya.

Barang bukti tersebut berupa senjata api dua di antara deretan senjata api tersebut adalah senjata api laras panjang buatan Amerika Serikat (AS) dan Pindad.

Selain itu terdapat juga delapan dus berisi ratusan amunisi, pistol, tiga butir magasin SS1, dan dua magasin AR.

Selain amunisi dan senjata api laraj pangjang, TNI dan Polri juga mengamankan anak panah dan uang pecahan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Selain uang Rupiah terhadap pecahan uang lainnya yaitu ringgit Malaysia dan uang Brunei Darussalam.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Mie Ramen Terkenal di Jakarta, Punya Rasa yang Khas!

Menurut Kasatgas Humas Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno yang menemukan adanya senjata api laras panjang yang merupakan organic TNI.

Merupakan senjata api laras panjang SS2 V3_K1 dengan nomor seri 93.004236 dan pistol Brouning FN dengan nomor seri OT6117.

Senjata api tersebut adalah milik personel Satgas Pamtas 725/ Varoagi yang mengalami kecelakaan saat dalam penerbangan Oksibil-Jayapura pada tanggal 28 Juni 2019 tahun lalu. Pada kejadian tersebut helikopter M1-17V5 HA-5138 milik TNI AD hilang kontak.

Baca Juga: Paling Laris! Ini Rekomendasi 7 Nasi Goreng Terenak di Purworejo, Catat Lokasinya Disini

Lalu helicopter tersebut ditemukan di di Distrik Oksop awal bulan Februari. Lalu mengenai senjata api laras panjang berwarna hitam yang memiliki tulisan”NOVESKE” hingga saat ini belum bisa teridentifikasi asal senjata tersebut.

Saat ini hanya dugaan bahwa senjata api tersebut berasal dari Papua Nugini (PNG) yang dibeli KKB Pegubin awal Tahun 2022.

Untuk temuan amunisi, berasal dari kecelakan helikopter TNI AD yang melakukan penerbangan Oksibil-Jayapura serta dibeli Papua Nugini.

***

Editor: Dini Novianti Rahayu

Tags

Terkini

Terpopuler