Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Lagi, Faisal Basri: Pak Presiden Buatlah Segera Rencana Darurat

- 9 Januari 2021, 09:30 WIB
Ekonom Senior, Faisal Basri minta Presiden Jokowi buat rencana darurat usai kasus positif Covid-19 harian pecah rekor.
Ekonom Senior, Faisal Basri minta Presiden Jokowi buat rencana darurat usai kasus positif Covid-19 harian pecah rekor. /ANTARA FOTO/Wahyu Putro.

PR DEPOK – Ekonom senior, Faisal Basri meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membuat rencana darurat demi mengatasi krisis kesehatan di Indonesia.

Permintaan itu Faisal sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @FaisalBasri pada Jumat, 8 Januari 2021 kemarin.

Pada cuitannya itu, Faisal juga meminta kepada Jokowi untuk merealokasikan dana infrastruktur untuk menyelamatkan nyawa rakyat.

Baca Juga: Insiden Tewasnya Laskar FPI Ditetapkan sebagai Pelanggaran HAM, Mardani: Apresiasi dan Kawal Terus!

"Pak Presiden, buatlah segera rencana darurat untuk mengatasi krisis kesehatan. Segera realokasi dana infrastruktur untuk selamatkan nyawa rakyat," ujar Faisal Basri sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com pada 9 Januari 2021.

Hal tersebut disampaikannya mengingat adanya kasus harian Covid-19 tertinggi dengan data lebih dari 10 ribu kasus dan keterbatan rumah sakit.

Melalui Twitternya itu, Faisal Basri juga membagikan cuitan dari platform warganet untuk informasi Covid-19, @LaporCovid-19.

Baca Juga: Fadli Zon Resmi Dipolisikan, Husin Shihab: Ngeri Gak Pake Lama Langsung Dilaporin, Respect!

Dua buah tangkapan layar artikel berjudul "Jokowi: Alhamdulillah Indonesia Tidak Sampai Lockdown" dan "TPU Pondok Ranggon memberlakukan pemakaman jenazah Covid-19 dengan sistem tumpang sejak blok makam penuh" dibagikan akun LaporCovid-19.

Melalui cuitannya itu, LaporCovid-19 meminta langsung kepada Presiden Jokowi untuk berempati pada situasi yang melanda negeri.

Hal itu mengingat saat ini, jumlah kasus harian Covid-19 mencapai lebih dari 10 ribu kasus, sementara rumah sakit di berbagai daerah telah penuh terisi dan tempat pemakaman umum (TPU) juga sudah padat.

Baca Juga: Haikal Hassan Menyatakan Siap Bayar Rp1 Miliar Jika Dirinya Terbukti Mencela Agama dan Etnis Orang

"Kak @jokowi Mohon dg segala hormat. Berempatilah dg situasi negeri. Saat ini jmlah kasus harian tertinggi (>10K). RS penuh dimana2. TPU padat, tak tertampung," tulis LporCovid-19 pada 8 Januari 2021.

Selain itu, menurut LaporCovid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini tidak penting diterapkan dalam situasi yang sudah kian darurat.

Karena menurutnya, pada kondisi darurat saat ini yangpaling penting adalah menghentikan mobilitas orang-orang dan mengekstensifkan 3T (Tracing, Testing, and Treatment).

Baca Juga: Sinovac Belum Penuhi 3 Syarat BPOM, Jokowi Akui Tak Tahu Kapan Izin Penggunaan Darurat Keluar

"PSBB atau PPKM, apapun itu, tdk penting. Yg URGENT skg ini: STOP mobilitas orang & ekstensifkan 3T," tulis akun @LaporCovid-19.***

Editor: Ramadhan Dwi Waluya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah