Pascapembebasan Napi: Polri Catat 28 Napi Asimilasi Kembali Berulah

- 22 April 2020, 20:15 WIB
Illustrasi Narapidana
Illustrasi Narapidana /

PIKIRAN RAKYAT - Untuk meminimalisasi penyebaran Virus Corona atau COVID-19, Presiden Joko Widodo membuat kebijakan program asimilasi pembebasan lebih dari 30.000 napi.

Dikutip oleh pikiranrakyat-bekasi.com dari Antara sayangnya sejak resmi dibebaskan bertahap pada awal April 2020, satu per satu napi terciduk berulah kembali.

Setelah dibebaskan sejak dua minggu yang lalu hingga Selasa, 21 April 2020 Polri mencatat terdapat total 28 napi program asimilasi dan integrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang telah ditangkap akibat kembali berulah.

Baca Juga: Pemerintah Tak Kunjung Datang Beri Bantuan, Seorang Nenek Nyaris Mati Kelaparan

"Ini adalah beberapa napi yang melakukan kejahatan kembali. Total 28 (orang). Saya rasa ini hampir semua ya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Lebih lanjut, dia menjabarkan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh para napi asimilasi adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, dan pelecehan seksual.

Menanggapi hal itu, Polri memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Begal dan Satgas Anti-Preman sebagai upaya mengantisipasi kejahatan yang terjadi di masa pandemi virus corona.

Baca Juga: Tanggapi Terhambatnya Bansos, DKR: Segera Turunkan sebelum Warga Depok Mati Kelaparan

Brigjen Pol Argo Yuwono menuturkan bahwa dua Satgas yang dibentuk di tengah pandemi itu dipimpin langsung oleh direktur reserse kriminal umum di masing-masing polda.

Berikut ini rincian 28 kasus residivis yang kembali berulah, dan tengah ditangani oleh sejumlah polda.

Pertama, ada satu tersangka dengan kasus pencurian dengan kekerasan, yang tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Cek Fakta: Tersiar Kabar Anies Baswedan Asyik Bermain Bola Saat Pandemi, Simak Faktanya

Kedua, ada satu tersangka dengan kasus pencurian, yang tengah ditangani oleh Polda Banten.

Ketiga, ada delapan tersangka dengan kasus pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, dan pelecehan seksual, yang tengah ditagani oleh Polda Jawa Tengah.

Keempat, 2 tersangka dengan kasus pencurian kendaraan bermotor, yang tengah ditangani oleh Polda Jawa Timur.

Baca Juga: Betah di Rumah Lawan Corona, Nostalgia Bareng 5 Makanan Khas Ramadhan

Kelima, 2 tersangka dengan kasus pencurian dan penipuan, yang tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Timur.

Keenam, 3 tersangka dengan kasus pencurian kendaraan bermotor, yang tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Barat.

Ketujuh, 2 tersangka dengan kasus pencurian dengan pemberatan, yang tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Betah di Rumah Lawan Corona, 5 Film Indonesia yang Tayang di Netflix Selama Bulan April

Kedelapan, ada tiga tersangka dengan kasus pencurian, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian dengan kekerasan, yang tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Utara.

Kesembilan, 1 tersangka dengan kasus pencurian, yang tengah ditangani oleh Polda Sulawesi Tengah.

Kesepuluh, 1 tersangka dengan kasus penganiayaan, yang tengah ditangani oleh Polda Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Betah di Rumah Lawan Corona, Hibur Diri dengan 5 Game Online ini

Kesebelas, 4 tersangka dengan kasus pencurian dengan kekerasan, dan pencurian, yang tengah ditangani oleh Polda Sumatera Utara.***

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Permenpan RB


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah