Airlangga Hartarto: Pemerintah Berjuang Keras Tangani Pengangguran

8 November 2020, 11:59 WIB
Airlangga Hartarto /Golkar

PR DEPOK - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemerintah masih memiliki tantangan untuk menekan jumlah pengangguran RI.

Sebab, pandemi Covid-19 menambah jumlah pengangguran sebanyak 2,67 juta menjadi 9,77 juta orang pada Agustus 2020.

Imbasnya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen.

Baca Juga: Jadi Wakil Presiden AS Wanita Pertama, Segini Harta Kekayaan Kamala Harris

Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23 persen.

"Nah ini, tekanan kita memang di lapangan kerja, di mana lapangan kerja ini jumlah pengangguran masih sekitar 5 persen," katanya dalam konferensi pers terkait pertumbuhan ekonomi, Kamis, 5 November 2020.

Selain dari sisi jumlah pengangguran, ia menuturkan jumlah pekerja informal atau tidak tetap di Indonesia masih tinggi.

Baca Juga: Joe Biden Presiden Terpilih AS, Begini Prediksi Kebijakannya Soal Perang Dagang dengan Tiongkok

Belum lagi, angkatan kerja baru tahun 2021 yang akan datang diperkirakan mencapai 2,9 juta orang tahun ini, sehingga menambah ketat persaingan lowongan pekerjaan.

"Juga terkait yang masuk ke lapangan kerja, tahun ini 2,9 juta orang, ada 1,7 juta orang lulus perguruan tinggi dan 1,3 juta orang adalah lulusan SMK yang perlu dicarikan jalan keluar untuk memperoleh lapangan kerja", ucapnya.

Menurutnya, salah satu jalan keluar penciptaan lapangan kerja adalah melalui UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga: Wujudkan Program Desa Digital untuk Pesantren, Pemerintah Luncurkan Tol Langit

Lewat UU tersebut, pemerintah menyederhanakan proses berusaha sehingga harapannya bisa mendatangkan banyak investasi dan penciptaan lapangan kerja.

"Satu yang akan didorong dalam UU Cipta Kerja, agar mereka untuk bekerja dipermudah dan mereka untuk masuk ke sektor usaha juga disimplifikasi," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan pengangguran disebabkan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Drama Pilpres AS: Tuduhan Penipuan hingga Warisan Donald Trump yang Harus Dihadapi Joe Biden

Ia menjelaskan TPT tertinggi tercatat di DKI Jakarta, yakni 10,95 persen. Sementara, TPT terendah berada di Sulawesi Barat sebesar 3,32 persen.

"Dampak pandemi covid-19 jauh lebih tajam di kota," ujarnya.

Kemudian, Suhariyanto memaparkan jumlah angkatan kerja naik 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang.

Baca Juga: Ringankan Rasa Kesepian, Peneliti Jepang Ciptakan Perangkat Sensasi Genggam Tangan Seorang Gadis

Namun, jumlah orang yang bekerja pada Agustus 2020 turun 0,31 juta orang menjadi 128,45 juta orang.***

Editor: Billy Mulya Putra

Tags

Terkini

Terpopuler