Polusi Udara di Tiongkok Turun Drastis Akibat Hasil Isolasi Virus Corona

- 2 Maret 2020, 14:04 WIB
Gambar tangkapan satelit NASA ini tunjukkan penurunan polusi udara di Tiongkok semenjak virus corona yang semakin parah
Gambar tangkapan satelit NASA ini tunjukkan penurunan polusi udara di Tiongkok semenjak virus corona yang semakin parah /Sky News

PIKIRAN RAKYAT - Sebuah tangkapan gambar satelit badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjukkan penurunan drastis tingat polusi udara di Tiongkok setelah adanya kasus virus corona yang membuat warganya dikarantina di beberapa tempat.

NASA mengklaim bahwa penurunan yang sangat signifikan dalam nitrogen dioksida (NO2) yang merupakan gas berbahaya yang dipancarkan oleh kendaraan bermotor, pembangkit listrik, dan fasilitas industri karena perlambatan ekonomi setelah adanya wabah virus corona jenis baru Covid-19.

Seperti yang telah diketahui, Covid-19 dimulai di Kota Wuhan, Tiongkok dan telah menginfeksi wilayah tersebut sejak 23 Januari 2019.

Baca Juga: 2 Warga Depok Positif Terinfeksi, dr. Gia Pratama: Harus Siap Head to Head dengan Virus Corona

Atas adanya wabah virus corona tersebut pemerintah setempat tidak memberi izin untuk melakukan kegiatan bepergian atau untuk bisnis. Pemerintah memerintahkan untuk menutup tempat kerja dan sekolah untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Dikutip oleh pikiranrakyat-depok.com dari Sky News, pengurangan polusi NO2 pertama kali terlihat di dekat Wuhan, tetapi akhirnya menyebar ke seluruh negeri, menurut para ilmuwan NASA.

Karantina yang dilakukan di Wuhan, Tiongkok adalah yang pertama kali dilakukan, kemudian negara-negara lain juga mengikuti.

Baca Juga: Harga Bawang Putih Berangsur Turun, Kini Giliran Bawang Bombay Capai Rp 70 Ribu Per Kg di Bandung

"Ini adalah pertama kalinya saya melihat penurunan drastis di area seluas itu untuk acara tertentu," kata Fei Liu, seorang peneliti kualitas udara di NASA.

Dia ingat, bahwa pernah melihat penurunan NO2 di beberapa negara selama resesi ekonomi yang dimulai pada 2008 tetapi dia mengatakan bahwa penurunan itu bertahap.

Menurutnya ada juga pengurangan di sekitar Beijing selama Olimpiade 2008, tetapi para ilmuwan mengklaim efeknya sebagian besar terlokalisasi di sekitar ibukota, dan ia mengatakan bahwa tingkat polusi naik lagi setelah Olimpiade berakhir.

Baca Juga: Virus Corona Resmi Masuk Indonesia, Serang Ibu dan Anak Warga Depok

Penurunan NO2 juga bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek di Cina dan sebagian besar Asia. Karena secara umum, bisnis dan pabrik tutup dari minggu terakhir bulan Januari ke awal Februari untuk menandai acara tersebut.

Pengamatan sebelumnya menunjukkan bahwa polusi udara biasanya berkurang di sekitar periode ini, tetapi kemudian meningkat setelah perayaan imlek selesai.

Tetapi meskipun Tahun Baru Imlek mungkin telah memainkan peran dalam pengurangan polusi udara, para peneliti percaya penurunan itu lebih dari sekadar efek liburan atau yang berhubungan dengan cuaca.

Baca Juga: Anies Baswedan Butuh Pelengkap, Sohibul Iman: Kami Harapkan Satu Jago Pidato, Satu Jago Kerja

“Tahun ini, tingkat pengurangan lebih signifikan daripada tahun-tahun sebelumnya dan itu berlangsung lebih lama,” ujar Ms Liu.

Namun dia mengungkapkan, bahwa dirinya tidak terkejut karena banyak kota di seluruh negeri telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan penyebaran virus.

Peneliti NASA mengungkapkan, pada 2020, tingkat NO2 di Tiongkok Timur dan tengah secara signifikan lebih rendah dari 10 sampai 30 persen daripada biasanya,***

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Sky News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x