Selain Corona, Thailand Perangi Virus Afrika yang Bunuh Ratusan Kuda

- 5 April 2020, 06:55 WIB
KONDISI kawasan pemeliharaan kuda di Thailand.*
KONDISI kawasan pemeliharaan kuda di Thailand.* /Prasir Tangpraset The Bangkok Post/

PIKIRAN RAKYAT - Saat dunia diresahkan dengan virus corona atau Covid-19, Thailand harus dihadapkan dengan virus lain yang kini juga dikhawatirkan warga di sana, yakni virus kuda Afrika.

Sejak akhir Maret lalu, seorang dokter hewan menemukan 42 bangkai kuda pacu, itu merupakan penemuan kasus pertama di Thailand tahun ini.

Sang dokter kemudian mengambil sampel bangkai kuda untuk dikirimkan ke National Institute of Animal Health, hingga diketahui penyebab kematian puluhan kuda pacu itu.

Virus kuda Afrika yang terkenal mematikan itu ditemukan pertama kali di Benua Afrika.

Baca Juga: Berkat Lockdown, Warga India Kembali Nikmati Pegunungan Himachal untuk Pertama Kalinya 

Virus itu menyerang kuda dan keledai tepat di paru-paru dan sistem pernapasan mereka. Diketahui, kuda dapat tiba-tiba mati dalam waktu beberapa jam saja setelah terjangkit virus ini.

Terbaru, sebagaimana dilansir Pikiranrakyat-depok.com dari The Bangkok Post, Thailand mengonfirmasi 146 kasus virus kuda Afrika di Distrik Pak Chong, Provinsi Timur Laut Thailand.

Kepala Kantor Pengembangan Ternak Provinsi, Pasawee Somjai mengatakan per Sabtu 4 Februari saja, ia menemukan 13 kuda lain dengan gejala yang cukup parah.

Demi menekan angka kematian, sebelumnya, pada 26 Maret, Gubernur Nakhon Ratchasima membuat kebijakan berupa larangan pergerakan kuda dari daerah tersebut untuk mencehah penyebaran virus.

Baca Juga: Foto Menakjubkan Puncak Himalaya yang Diabadikan dari Luar Angkasa 

Pemerintah setempat bahkan telah menyiapkan lima pos pemeriksaan jalan untuk memblokir pergerakan hewan-hewan tersebut.

Provinsi timur laut Thailand memiliki 1.455 kuda di 110 peternakan. Dari jumlah itu, 1.002 kuda berada di Distrik Pak Chong, 368 lainnya berada di Distrik Muang, dan sisanya tersebar di distrik lain di seluruh provinsi.

Distrik Pak Chong memiliki 46 peternakan kuda, pengembala diminta untuk menyemprotkan cairan disinfektan dan insektisida secara rutin di kandang masing-masing. Pemerintah setempat juga menyarankan adanya pemasangan kelambu.

Sejauh ini, petugas peternakan telah mengumpulkan sampel dari hewan dalam keluarga yang sama seperti kuda, keledai, zebra, dan unta di Kebun Binatang Nakhon Ratchasima untuk dilakukan pengujian.

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit dan virus, sejumlah kandang kuda pun telah dipasangi jaring, agar tidak ada serangga, terutama gas si pembawa penyakit yang akan mengigit para kuda.***

 

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: Bangkok Post


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x