Netanyahu Sebut Israel Tidak akan Hentikan Perang Melawan Hamas di Gaza, Putin Salahkan AS sebagai Dalangnya

- 31 Oktober 2023, 17:50 WIB
PM Israel, Netanyahu, menyebut bahwa Israel tidak akan berhenti berperang melawan Hamas di Gaza, yang disebut Putin karena AS.
PM Israel, Netanyahu, menyebut bahwa Israel tidak akan berhenti berperang melawan Hamas di Gaza, yang disebut Putin karena AS. / ABIR SULTAN POOL/Pool via REUTERS/File Photo/

PR DEPOK - Konflik yang terjadi di Palestina semakin memanas. Pada Senin, 30 Oktober 2023, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa Israel tidak akan menghentikan perang dengan Hamas di Jalur Gaza.

Netanyahu juga menyebutkan bahwa Israel akan terus melanjutkan rencananya untuk memusnahkan Hamas di Jalur Gaza. Ia juga menyerukan kepada sekutu untuk mendukung Israel.

Terkait hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin, menyalahkan barat dan AS atas krisis yang terjadi di Gaza. Ia juga mengatakan bahwa AS terlibat dalam kekacauan global ini.

Dalam sebuah konferensi pers di Tel Aviv, Israel, Menteri Pertahanan Netanyahu, Yoav Gallant, dan Menteri Urusan Strategisnya, Ron Dermer, mengatakan bahwa koordinasi Israel dengan AS dalam perang melawan Hamas, belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.

Baca Juga: 5 Warung Sate di Cirebon dengan Rating Tinggi: Ada Beragam Jenis Sate dengan Rasa yang Nikmat

Ron Dermer juga mengungkapkan bahwa hubungan Israel dengan Rusia saat ini sangat rumit, terutama terkait dengan konflik dan krisis yang terjadi di Gaza.

Kecaman Putin kepada AS atas Perang di Gaza

Pada Senin, 30 Oktober 2023, Presiden Rusia Vladimir Putin, berusaha menyalahkan Barat, terutama AS atas krisis yang terjadi di Timur Tengah, di mana Israel mengebom Jalur Gaza untuk menyerang Hamas yang menewaskan sekitar 1.400 orang, sebagian besar warga sipil.

Saat pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan dan pemerintah serta kepala lembaga penegak hukum Rusia, Putin mengatakan bahwa para elit penguasa AS dan ‘antek-anteknya’ ada di belakang pembunuhan warga Palestina di Gaza, mereka juga terlibat dalam konflik di Ukraina, Afghanistan, Irak dan Suriah.

Baca Juga: 9 Tempat Makan Bakso Teramai dan Lezat di Tarakan Kalimantan Utara, Ini Alamatnya

Putin menyatakan Rusia mendukung untuk segera dilakukannya gencatan senjata di Gaza. Di sisi lain, Rusia juga telah membuat Israel marah dengan menerima delegasi Hamas di Moskow.

Setelah mengirim tentaranya ke Ukraina pada Februari 2022 dengan argumen bahwa Moskow harus membebaskan sesama penutur bahasa Rusia dari penindasan yang dituduhkan, Putin terus berusaha melawan AS.

Selama satu tahun terakhir, Putin menyebut ‘operasi militer khusus’ yang dilakukannya sebagai perjuangan untuk mempertahankan kelangsungan hidup Rusia dari Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), yang bertekad untuk menggunakan Ukraina untuk menghancurkan Rusia.

Putin juga mengatakan bahwa Rusia sedang memerangi pasukan bayangan AS yang ia tuduh sebagai penyebab krisis Timur Tengah di medan perang Ukraina.

Baca Juga: 5 Kedai Bakso Enak di Cirebon: Kuahnya Gurih dan Tidak Berlemak, Rasanya Bikin Nagih

Presiden Rusia tersebut mengungkapkan bahwa Palestina hanya bisa ditolong dengan memerangi dalang di balik tragedi perang ini. Ia juga menyebut kemerdekaan Palestina sebagai kunci untuk menyelesaikan konflik yang terjadi saat ini.

"Palestina hanya bisa ditolong dengan memerangi mereka yang berada di balik tragedi ini. Kami adalah Rusia dan kami memerangi mereka dalam konteks 'operasi militer khusus'. Baik untuk diri kami sendiri maupun untuk mereka yang berjuang untuk kebebasan sejati yang sesungguhnya," kata Putin, dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari Reuters, 31 Oktober 2023.

"Kunci untuk menyelesaikan konflik ini adalah dengan menciptakan sebuah negara Palestina yang berdaulat dan merdeka," tandasnya.***

Editor: Linda Agnesia

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah