Targetkan 3 hingga 20 Persen Penduduk Divaksinasi, Vaksin AstraZeneca Tambahan untuk RI Tiba di Bandara Soetta

6 Juni 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi Vvaksin AstraZeneca. /Pixabay/Paul_McManus

PR DEPOK – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mendapatkan tambahan 313.100 dosis vaksin dari AstraZeneca.

Pasokan vaksin dari AstraZeneca yang diterima Indonesia telah tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, kota Tangerang, Banten pada Sabtu, 6 Juni 2021 pukul 18.00 WIB.

Ia juga mengemukakan bahwa setelah kedatangan tambahan pasokan vaksin tersebut, dengan demikian Indonesia telah menerima 92,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang berupa vaksin jadi maupun dalam bahan baku vaksin.

Baca Juga: Sinopsis Film Dark Tide, Kisah Nyata Seorang Penyelam Profesional Melawan Trauma Pribadi terhadap Lautan

Nadia juga menjelaskan bahwa ketersediaan vaksin sangatlah krusial dalam upaya akselerasi pelaksanaan program vaksinasi nasional.

“Kedatangan vaksin AstraZeneca dari Covaz Facility ini tak lepas dari kerja keras Pemerintah Indonesia yang sejak Oktober 2020 telah menjajaki kerja sama multilateral Covid-19 Covax. Sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara mendapatkan vaksin Covid-19” 

“Melalui mekanisme GAVI Covax Advance Market Commitment, Indonesia memperoleh jatah vaksin Covid-19 sebesar 3 hingga 20 persen dari jumlah penduduk,” kata Siti Nadia sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara pada Minggu, 6 Juni 2021.

Baca Juga: Mahfud MD Ngaku Tak Bisa Tangani Skandal di KPK, Andi Arief: Tidak Mungkin!

Menurut Nadia, Indonesia telah menerima total tiga juta dosis vaksin dari Sinovac, kemudian sebanyak 6,7 juta dosis vaksin dari AstraZeneca dan satu juta dosis vaksin dari Sinopharm.

Tidak hanya berupa vaksin jadi Indonesia juga telah menerima 81,5 juta dosis bahan baku vaksin dari Sinovac.

Disisi lain pemerintah juga tengah terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan vaksinasi agar dapat menjangkau rata-rata satu juta warga per hari mulai Juni 2021 guna mempercepat terwujudnya kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

Baca Juga: Ady Sky Sudah Terima Seragam untuk Acara Pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora

Untuk mempercepat terwujudnya kekebalan tubuh terhadap Covid-19, pemerintah telah melaksanakan vaksinasi pada sumber daya manusia di bidang kesehatan, pekerja sektor pelayanan publik, dan warga lanjut usia.

Di sisi lain, pemerintah juga berencana mulai kembali vaksinasi penduduk yang berusia 50 tahun ke atas.

Vaksinasi gotong royong yang diadakan pemerintah juga sudah berjalan, dan sampai 30 Mei 2021 program vaksin ini telah menjangkau 49.000 pekerja dari 36 badan usaha atau badan hukum.

Baca Juga: Gareth Bale Pensiun? Siap-siap Real Madrid dan Carlo Ancelotti Akan Merugi

Pemerintah telah mencatat hingga 4 Juni 2021 jumlah masyarakat yang telah mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19 sebanyak 17, 3 juta orang.

Sedangkan jumlah masyarakat yang telah menyelesaikan tahapan vaksinasi atau sudah mendapatkan dua kali vaksin Covid-19 sebanyak 11,1 orang.***

Editor: Ahlaqul Karima Yawan

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler