Pria di Bekasi Ditangkap Polisi Usai Cabuli Bocah Laki-laki Penderita Autisme

18 Januari 2022, 09:44 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual - Polisi menangkap seorang pria di Bekasi yang telah melakukan pencabulan pada seorang bocah laki-laki penderita autisme. /freepik/bedneyimages/

PR DEPOK - FS, pria berumur 46 tahun telah melakukan aksi bejat terhadap bocah laki-laki di bawah umur yang juga merupakan penderita autisme.

Menurut keterangan dari polisi, FS melakukan pencabulan tersebut di rumah pribadinya. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki mengungkapkan awal mula FS di tangkap.

Polisi mendapatkan sebuah laporan dari salah seorang warganet melalui platform Twitter, dimana berita pencabulan tersebut memang tengah viral dan menjadi bahan perbincangan publik.

Setelah mempelajari kasus tersebut, polisi segera langsung mengamankan tersangka di kediamannya yang merupakan lokasi kejadian perkara.

Baca Juga: Atta Halilintar Kapok Liburan ke Luar Negeri, Suami Aurel Hermansyah: Lebih Ribet, Aduh Karantinanya...

"FS kita amankan di kediamannya yang menjadi tempat lokasi kejadian perkara," ujar Kombes Hengki, dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari PMJ News.

Menurut polisi, tersangka yang telah ditangkap ini sesuai dengan ciri-ciri yang diberitakan di media sosial, pihaknya juga merasa sangat terbantu dengan adanya informasi yang dibagikan.

"Tersangka cocok dengan informasi, adanya informasi dari media sosial sangat membantu dalam penegakan hukum," jelasnya.

Baca Juga: Bendahara DPC Demokrat Tampung Uang Suap Bupati Penajam Paser Utara, Dedek: ini Persoalan Serius, Usut Tuntas

FS sebagi pelaku, melakukan pencabulan dengan cara mengajak korban untuk bermain di rumahnya.

Naas, bukannya dijaga dan diajak main, korban malah menjadi serangan nafsu bejat FS.

Selain itu pelaku juga melakukan ancaman terhadap korban jika dia menceritakan perilaku FS kepada orang lain.

Baca Juga: Ratu Elizabeth Disebut Kesal dengan Tindakan Pangeran Harry, Pakar Kerajaan: Dia Tidak Suka Diancam

Sebagai penutup mulut tersangka memberikan uang sebesar Rp 15.000 kepada korban.

"Setelah kejadian tersebut, tersangka memberikan uang Rp15.000 serta mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapapun," tutur Hengki.

Atas perbuatan bejatnya, FS kemudian diringkus polisi dan dikenakan pasal 81 undang-undang Nomor 17/2016 tentang perlindungan anak.

Baca Juga: Pilih Arsenal Ketimbang Chelsea dan Tottenham, Bukayo Saka Ungkap Alasannya

Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Dengan demikian tidak hanya anak-anak wanita saja yang dapat menjadi korban pelecehan.

Tetapi anak laki-laki pun turut menjadi target nafsu para predator seks.***

Editor: Linda Agnesia

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

Terpopuler