Polusi Udara Berdampak pada Kesehatan, Pemerintah Ambil 2 Langkah Siaga, Apa Saja?

24 Agustus 2023, 16:57 WIB
Ilustrasi polusi udara di Jakarta. /Antara/Fauzan/

PR DEPOK - Masalah polusi udara yang semakin meningkat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yang berdampak pada kesehatan masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), mengambil dua langkah siaga.

Hal ini, disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, selepas menghadiri ASEAN Finance-Health Ministers Meeting di Jakarta, pada Kamis, 24 Agustus 2023.

Adapun langkah siaga yang diambil untuk atasi polusi udara, berupa penyiapan sumber daya seperti menyiapkan alat spirometri di puskesmas-puskesmas di kawasan dengan tingkat polusi udara yang tinggi.

Baca Juga: Cair dengan Skema Baru, Intip Perbedaan Nominal dan Tempat Pencairan PKH Tahap 3 2023 di Bulan Agustus Ini

Penyediaan alat untuk mengukur volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru itu, bertujuan untuk mendukung pendeteksian masalah kesehatan akibat polusi udara.

Selain menyediakan alat spirometri di puskesmas, Kementerian Kesehatan pun menyiagakan petugas untuk menangani masalah kesehatan lingkungan dan dampak polusi udara.

Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa polusi udara menyumbangkan peningkatan kasus kanker paru-paru, tuberkulosis, penyakit paru-paru kronis, asma, dan pneumonia.

Baca Juga: Terlaris! 9 Lokasi Bakmi di Pemalang yang Bikin Nagih, Berikut Lokasinya

Tercatat, sebelum terjadi pandemi COVID-19 di Jakarta, ada sekitar 50 ribu orang yang mengalami penyakit tersebut, dan saat ini naik hingga 200 ribu kasus akibat polusi udara.

Ia mengatakan, bahwa Kementerian Kesehatan mempunyai tugas utama untuk mencegah dan mengatasi dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat.

“Kemenkes bukan menangani penyebabnya, jadi posisi saya (Kemenkes) adalah mendorong agar sektor di hulu yakni sektor energi, transportasi, lingkungan hidup, supaya bisa mengurangi emisi partikel-partikel ini agar di hilir tekanannya berkurang,” ucapnya.

Baca Juga: 5 Fakta Kebakaran Gunung Sampah di TPA Sarimukti Bandung Barat, Ada Excavator Terbakar

Budi menerangkan bahwa masalah polusi udara, bukan hanya terjadi di DKI Jakarta dan kota-kota besar di sekitarnya, tapi juga terjadi di negara lain.

“Yang masih memberikan optimisme di kita adalah, polusi udara sudah terjadi di berbagai negara dan bisa dikendalikan,” jelasnya.

Ia memberi contoh Tiongkok, yang mampu mengatasi masalah polusi udara dengan baik, dan cepat menjelang pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.***

Editor: Nur Annisa

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler