Mabes Polri Diserang Orang Tak Dikenal, Ahmad Sahroni: Jelas Ini Simbol Tantangan Terbuka Teroris untuk NKRI

- 31 Maret 2021, 20:15 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. /DPR RI

PR DEPOK - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengomentari insiden teror yang terjadi di Mabes Polri, pada Rabu, 31 Maret 2021.

Dalam keterangannya, Ahmad Sahroni menilai aksi teror yang terjadi di Mabes Polri menandakan simbol deklarasi atau tantangan terbuka dari para terduga teroris terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Melihat peristiwa hari ini, dan beberapa kejadian ke belakang, jelas ini adalah simbol tantangan dan perang terbuka teroris untuk NKRI," ujarnya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Baca Juga: Seluruh Titik Api di 4 Tangki Kilang Balongan Sudah Padam, Pertamina Sebut Kini Sedang Lakukan Pendinginan

Ia menuturkan, aksi teror tersebut sudah tidak dapat dianggap remeh lagi lantaran para terduga teroris ini menunjukkan bahwa mereka tidak main-main dalam melakukan serangan langsung, bahkan ke kepolisian.

Atas kejadian ini, Ahmad Sahroni lantas memninta agar kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) segera mengusut, mengungkap, dan memusnahkan jaringan teroris yang ada di Indonesia.

"Saya minta Polri dan BNPT segera basmi tuntas jaringan ini sampai sel-sel terkecil, aliansinya, dan siapapun pendukungnya," tutur Ahmad Sahroni menambahkan.

Baca Juga: Pertamina Sebut Terus Upayakan Pemadaman dan Pendinginan Tangki di Kilang Balongan

Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia pasti mendukung sepenuhnya langkah Polri dalam memusnahkan jaringan teroris ini sampai ke akarnya.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi aksi teror yang diduga dilakukan oleh seorang teroris yang memaksa masuk ke dalam salah satu gedung di Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021, sekitar pukul 16.30 WIB.

Halaman:

Editor: Annisa.Fauziah

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X