Sidang Habib Rizieq, Saksi Terdakwa Ungkap Ada Jemaah yang Datang Hanya Ingin Lihat HRS

- 3 Mei 2021, 13:28 WIB
Situasi persidangan online Habib Rizieq. Sidang Rizieq Shihab dipaksa virtual, pengacara mengadu ke DPR. Taktis menilai ada kejanggalan di balik pemaksaan sidah virtual Habib Rizieq.
Situasi persidangan online Habib Rizieq. Sidang Rizieq Shihab dipaksa virtual, pengacara mengadu ke DPR. Taktis menilai ada kejanggalan di balik pemaksaan sidah virtual Habib Rizieq. /Dhemas Reviyanto/Antara

PR DEPOK - Mantan Ketua Hilal Merah Indonesia Front Pembela Islam (FPI), Ali Al Hamid menjadi saksi dalam lanjutan sidang Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), pada Senin, 3 Mei 2021.

Ali Al Hamid dihadirkan sebagai saksi fakta dari pihak terdakwa Habib Rizieq dan lima mantan petinggi FPI untuk kasus kerumunan yang terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat, bulan November 2020 silam.

Dalam persidangan tersebut, Ali Al Hamid menjelaskan bahwa banyak jemaah yang yang hadir dalam kasus kerumunan di Petamburan banyak yang langsung meninggalkan lokasi sebelum acara usai.

Baca Juga: Akui Takut dan Gemetar Lihat Polisi, Adhie Massardi: Kebayang Teman-teman yang Ditangkap, Keadaan Diborgol

Dalam persidangan tersebut, Ali Al Hamid mengatakan bahwa acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Habib Rizieq pada bulan November 2020 lalu itu dimulai pukul 21.00 WIB dan berakhir pukul 23.00 WIB.

"Jemaah yang datang ada yang cuma ingin lihat Habib (Rizieq, red) terus langsung pulang," ucapnya seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Antara.

Kemudian, Ali Al Hamid berbicara bahwa sebagian massa yang hadir dalam kegiatan tersebut lalai menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Teroris Papua Dipukul Mundur, Bambang Soesatyo: Rebut Hati dan Pikiran Masyarakat Cara Terbaik

Sehingga, dilanjutkan Ali Al Hamid, sebagian massa itu mesti ditegur agar mengikuti anjuran untuk menerapakan protokol kesehatan dengan baik.

Halaman:

Editor: Ramadhan Dwi Waluya

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X