Menkes Budi Sebut Puncak Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran Diperkirakan Terjadi hingga Akhir Juni 2021

- 2 Juni 2021, 17:34 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi kemungkinan puncak Covid-19 masih hingga akhir bulan Juni 2021.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi kemungkinan puncak Covid-19 masih hingga akhir bulan Juni 2021. /Facebook/Kementerian Kesehatan RI

PR DEPOK – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kemungkinan kenaikan kasus Covid-19 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir bulan Juni 2021.

Hal ini berdasarkan pengalaman empiris di setiap libur panjang sebelumnya, yaitu libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri dan libur panjang lainnya sehingga kenaikan kasus Covid-19 itu akan mencapai puncaknya pada sekitar 5 sampai 7 minggu.

“Jadi kemungkinan kenaikan kasus diperkirakan akan sampai puncaknya di akhir bulan Juni. Sehingga arahan bapak presiden atau lebih dipastikan bahwa seluruh daerah tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak),” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari laman resmi Kemenkes pada Rabu, 2 Juni 2021.

Baca Juga: Ingatkan Rakyat Hati-hati Cari Guru Agama, Alissa Wahid: Tinggalkan yang Pertentangkan Pancasila!

Dengan demikian, menurutnya, adanya hal ini kesiapan rumah sakit perlu dipastikan, terutama dalam ketersediaan tempat tidur.

Untuk diketahui, kapasitas tempat tidur di Indonesia saat ini mencapai 72 ribu tempat tidur (TT). Sedangkan, kondisinya saat ini rumah sakit mengalami peningkatan pasien.

Keterisian tempat tidur juga beberapa waktu lalu sempat sampai di titik terendah sekitar 20 ribu, namun saat ini sudah naik sekitar 25 ribu tempat tidur yang terisi atau naik sekitar 20 persen sampai 25 persen.

Baca Juga: Angkatan Udara Malaysia Mendeteksi Adanya 16 Pesawat Tempur China Memasuki Wilayahnya

Tak sampai di situ, hanya ada beberapa kabupaten/kota yang keterisian rumah sakitnya cukup tinggi, seperti Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Jambi, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Sulawesi.

“Kami sampaikan memang kasusnya agak tinggi tetapi kita masih memiliki kapasitas sampai dengan 72 ribu tempat tidur, masih ada cukup kapasitas yang kita miliki,” tutur Budi.

Sementara itu, baru-baru ini di Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang luar biasa, baik dari sisi kasus konfirmasi ataupun yang telah masuk rumah sakit.

Namun pemerintah Jawa Tengah telah menindaklanjuti dengan cepat mengenai hal tersebut.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Deddy Corbuzier Terbiasa Makan dengan Menu yang Sama Selama Bertahun-tahun

Adanya kenaikan kasus, 140 tenaga kesehatan juga terekspos Covid-19. Tetapi sebagian besar telah mendapatkan vaksinasi sehingga sebagian besar adalah orang tanpa gejala (OTG) dan dapat lebih cepat sembuh karena antibodinya sudah terbentuk.

“Sekarang tren lagi naik tapi kalau kita disiplin InsyaAllah harusnya semuanya bisa kita atasi dengan baik seluruh rumah sakit sudah kita persiapkan, obat-obatan juga sudah kita persiapkan,” kata Menkes Budi.

Selanjutnya khusus untuk pasien yang masuk rumah sakit sudah disalurkan ke daerah terdekat sekitaran Kudus dan Semarang.

Baca Juga: Didoakan Banyak Orang Berjodoh dengan Haico Van Der Veken, Begini Kata Rangga Azof

Hal ini juga termasuk bagi pasien dari daerah sekitar Kudus seperti Pati dan Sragen itu sudah diarahkan ke rumah sakit lain di luar Kudus.***

Editor: Yunita Amelia Rahma

Sumber: Kemenkes


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x